#BANDARLAMPUNG

Dirjen IKMA Minta Sentra IKM Tapis Bukan Sekedar Ikon

( kata)
Dirjen IKMA Minta Sentra IKM Tapis Bukan Sekedar Ikon
Dirjen IKMA Kementerian Perindustrian Reni Yanita bersama Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menandatangani prasasti peresmian Sentra IKM Tapis, Selasa, 25 Oktober 2022. Lampost.co/Umar Robbani


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, meresmikan Sentra IKM Tapis, di Beringinraya, Kemiling, Bandar Lampung, Selasa, 25 Oktober 2022. Dalam kesempatan itu ia meminta gedung tersebut bukan sekedar ikon.

Gedung 3 lantai yang dibangun menggunakan dana alokasi khusus itu diharapkan bisa menciptakan iklim ekonomi yang baik. Sentra IKM Tapis bisa menjadi tempat bertemunya berbagai komunitas sehingga memanjukan dunia industri lokal.

Menurutnya, Sentra IKM Tapis bisa mengangkat produk lokal menjadi lebih berkembang. Keberadaan Sentra IKM Tapis itu bisa menjadi tempat pertemuan komunitas pengrajin, desainer, lembaga litbang, dan pemberi modal. "Jangan cuma menjadi ikon tapi tidak menciptakan ekonomi yang lebih baik bagi pelaku UMKM," kata dia saat menyampaikan sambutan.

Pada kesempatan itu pihaknya berharap pemerintah setempat bisa memanfaatkan Sentra IKM tapis untuk lebih mengembangkan produksi IKM lokal. Terlebih hal itu menjadi salah satu prioritas yang dijalankan Kementerian Perindustrian.

Hingga saat ini, ada 10.500 sentra IKM secara nasional yang diharapkan bisa mendorong kegiatan IKM menjadi lebih efisien. Pusat-pusat IKM itu juga diharapkan pusat pembinaan yang dilakukan pemerintah daerah. "Tantangan ke depan adalah IKM yang ada saat ini harus bisa terus tumbuh," ungkapnya.

Untuk diketahui, pembangunan gedung tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat senilai Rp5,3 miliar. Pembangunan telah dilakukan sejak Januari 2021.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menekankan lokasi tersebut harus bisa menjadi tujuan wisata. Jika Sentra IKM Tapis menjadi pariwisata maka bisa membantu pelaku IKM meningkatkan penjualan. Sehingga ke depan IKM di Bandar Lampung bisa semakin maju dan berkembang.

"Dinas perindustrian harus kawal ini menjadi tempat pariwisata di Bandar Lampung," kata dia.

Eva Dwiana menjelaskan, Sentra IKM Tapis bukan hanya sebagai lokasi pameran, tapi juga pusat produksi. Pemerintah menyediakan alat yang dibutuhkan bagi pelaku IKM dalam memproduksi barang.

Ia menyampaikan pembangunan gedung tersebut menggunakan anggaran DAK IKM senilai Rp5,3 miliar. Eva berharap gedung itu bisa menjadi pusat pengembangan tapis.

Tapis merupakan bagian dari warisan budaya asli Lampung. Sehingga, ketika industri tapis berkembang maka tapis juga akan semakin dikenal dan berkembang.

"Di sini tapis diolah menjadi aneka kerajinan turunan seperti tas, peci, baju, hingga sovenir," ungkapnya.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar