#PENDIDIKAN

Dirjen Diktiristek Minta Aptisi Tidak Demo Pembubaran LAM-PT

( kata)
Dirjen Diktiristek Minta Aptisi Tidak Demo Pembubaran LAM-PT
Plt Dirjen Diktiristek Prof Nizam. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho


Bandar Lampung (Lampost.co) – Plt Dirjen Diktiristek Prof. Nizam minta Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) untuk tidak melakukan demonstrasi pada 27 September mendatang.

Sebelumnya, Ketua Aptisi Budi Djatmiko mengajak seluruh civitas akademika kampus swasta se-Indonesia ke Jakarta pada 27, 28, dan 29 September 2022.

Salah satu isu yang akan diangkat dalam aksi tersebut adalah pembubaran Lembaga Akreditasi Mandiri-Perguruan Tinggi (LAM-PT).

Menurut Prof. Nizam, Kemendikbudristek selalu mendengar dan mengajak dialog dan diskusi untuk mencari solusi bersama bersama Aptisi.

"Maka harapan saya tidak perlu demo, karena demo itu tidak menyelesaikan apa-apa kecuali show of force," kata dia usai mengisi talk show Kesiapan Transformasi SDM Aparatur, di Gedung Serba Guna (GSG) Unila, Jumat, 23 September 2022.

Selain itu Aptisi juga menyoroti tentang RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang dianggap mendiskreditkan pihak PTS. Nizam menjawab untuk para PTS memberi masukan terhadap pasal-pasal yang dianggap kontroversial itu. "Silakan itu dimasukan pasal-pasal yang dianggap mendiskriminasi PTS, yang mana (pasal-pasal) itu dirumuskan solusinya seperti apa," kata dia.

Nizam menuturkan jika sesuatu yang dianggap menjadi masalah oleh pihak PTS dapat didiskusikan dan dicari solusinya. "Kita juga bisa merumuskan solusi penyelesaian atas masalah yang dihadapi, misalnya dulu ketika covid-19 sedang tinggi-tingginya itu kan banyak mahasiswa yang hampir putus kuliah karena tidak bisa membayar biaya kuliah, itu kita bahas bersama dengan teman-teman Aptisi," kata dia.

Ia mengklaim saat pandemi covid-19 itu juga Kemendikbudristek sudah menggelontorkan yang triliunan untuk membantu PTS yang terdampak karena pandemi.  "Dengan memberikan bantuan uang kuliah bagi mahasiswa yang terdampak oleh pandemi, triliunan rupiah kita gelontorkan ke sana, baik untuk PTS maupun PTN  bahkan lebih banyak yang PTS," kata dia.

Terkait masalah akreditasi yang berbayar, Nizam menjelaskan jika permasalahan akreditasi tersebut sudah diselesaikan satu per satu persoalan yang dikeluhkan. Kemendikbudristek mengklaim sudah bantu PTS yang tidak mampu dengan memberikan subsidi.

“Sudah disepakati dan kita menyiapkan anggaran untuk itu. Jadi artinya kami selalu mendengar dan mengajak dialog bersama untuk mencari solusi bersama," kata dia.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar