#impor#UKM

Dirjen Bea Cukai Dorong Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Bagi UKM dan IKM

( kata)
Dirjen Bea Cukai Dorong Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Bagi UKM dan IKM
Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJBC Sumatera Bagian Barat, Ichlas M Nasution. Dokumentasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Salah satu institusi penting agar mendorong perekonomian adalah Direktorat Jenderal Bea Cukai sebagai pintu gerbang perdagangan internasional. Melalui Kemudahan Import Tujuan Ekspor (KITE) pihaknya mendorong pelaku usaha kecil menengah (UKM) atau Industri Kecil Menengah (IKM) untuk memasarkan produknya di pasar internasional.

Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJBC Sumatera Bagian Barat, Ichlas M Nasution mengatakan, dalam mengeluarkan kebijakan tentunya berpedoman pada undang-undang dan peraturan lainnya. Ada dua fasilitas kemudahan yang ditawarkan yakni kemudahan fiskal/perpajakan dan kemudahan prosedur.

"Kemudahan ini memberikan banyak insentif bagi pengguna jasa dan masyarakat. Di Sumbagsel ada 19 kawasan penerimaan berikat/tempat penimbunan barang, khusus di Lampung terdapat 15 kawasan berikat," katanya saat talkshow Ekonomic Corner Metro Tv Lampung bersama Wakil Pemimpin Redaksi Lampung Post, Dominikus Widodo.

Kemudian ia mengatakan pihaknya mendorong agar Kemudahan Import Tujuan Ekspor (KITE) bisa dinikmati oleh Industri Kecil Menengah (IKM) yang bertujuan home industri tujuan ekspor. Ia mengatakan KITE ada atas pembebasan biaya masuk yang memang diakomodir dalam perundang-undangan.

"Banyak potensi Lampung yang memiliki hasil komoditas lokal seperti pisang, nanas dan sebagainya. Kita mendorong agar menggunakan KITE yang diperuntukan bagi home industri atau skala kecil dan menengah," katanya.

Bea cukai memberikan pelayanan cepat, ramah dan murah. Kemudian bila UKM/IKM tidak memiliki akses ekpor-impor maka bisa bisa memanfaatkan layanan berikat. Harapannya bisa mendorong masyarakat Lampung meningkatkan ekspor, tentunya mengikuti persyaratan seperti administrasi izin usaha industri, NPWP, dan laporan keuangan yang baik.

"Yang kita jaring ialah industri kecil menengah dan akan diverifikasi berdasarkan spesifkasinya. IKM bisa melakukan ekspor-impor dengan menunjuk koperasi untuk mengurus kepabeanan dan cukai," katanya.

Pihaknya juga membuka diri untuk memberikan pelayanan dan konsultasi serta diskusi bagi masyarakat/pelaku usaha yang ingin melakukan ekspor-impor melalui online. Pihaknya juga melayani secara offline datang langsung dikantornya dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Winarko







Berita Terkait



Komentar