#beritalampung#beritalampungterkini#gagalginjalakut#kesehatan

Direktur RSUAM Memastikan Balita 11 Bulan Meninggal akibat Gagal Ginjal Akut

( kata)
Direktur RSUAM Memastikan Balita 11 Bulan Meninggal akibat Gagal Ginjal Akut
Direktur Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM), Lukman Pura, saat dimintai keterangan terkait meninggalnya bayi 11 bulan yang meninggal karena gagal ginjal akut, Senin, 24 Oktober 2022. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Direktur Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) menegaskan pasien MAF (11 bulan) yang sempat dirawat di ruang PICU meninggal akibat gagal ginjal akut (GGA). Seluruh gejalanya masuk kriteria gagal ginjal akut.

Direktur Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) Lukman Pura mengatakan saat awal masuk di IGD RSUAM pada Rabu, 19 Oktober 2022, pasien MAF sudah mengalami gejala gagal ginjal akut. Kondisi itu dipertegas hasil diagnosis yang keluar pada hari kelima pasien dirawat.

Baca juga: Dinkes Provinsi Lampung Pastikan Bayi 11 Bulan Meninggal di RSUDAM Akibat Gagal Ginjal 

"Ya masa kami buat diagnosis sembarangan. Kan ada kriteria diagnostic, seperti masuk awal dengan penurunan kesadaran, dengan tidak ada kencing. Pas pemeriksaan laboratorium ditemukan urium grain," katanya, Senin, 24 Oktober 2022.

Mengenai dokumen hasil pemeriksaan, Lukman mengatakan keluarga pasien mendapatkan berkas asli dan bukan salinan. Pihaknya akan memastikan kembali ihwal belum diberikannya dokumen-dokumen itu kepada keluarga.

"Iya, itu yang mengisi hasilnya adalah kami. Kalau bentuk dokumen hasil pemeriksaan wajib diberikan kepada keluarga," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, ibu kandung pasien MAF mengaku terkejut dengan pemberitaan yang mengatakan anaknya meninggal akibat gagal ginjal akut. Pasalnya, dokter yang menangani menjelaskan penyebab meninggal anaknya adalah infeksi paru-paru.

"Nggak tahu kalau meninggal karena gagal ginjal. Dokter bilang anak saya ada infeksi paru-paru dan pembekuan darah di kepala," kata ibu kandung MAF, Desi Apriani.

Dia mengaku tak tahu ihwal diagnosis tersebut karena seluruh dokumen hasil pemeriksaan MAF diminta rumah sakit sebelum anaknya masuk ke ruang PICU.  "Semua dokumen asli dan foto kopi enggak dikasih, surat kematian juga belum ada sampai sekarang," ujarnya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar