#TAMBAKUDANG#KKP#BERITALAMPUNG

Dipasena Terus Genjot Produksi Udang

( kata)
Dipasena Terus Genjot Produksi Udang
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan jajaran foto bersama saat berkunjung ke Kampung Bumi Dipasena Jaya, Kecamatan Rawajitu Timur, Tulangbawang. Dok Pemprov Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tambak Bumi Dipasena yang berada di Tulangbawang memiliki luasan sekitar 16.250 Ha, dengan jumlah tambak sebanyak 17.139 petak. Dari luasan tambak tersebut, 6.800 Ha merupakan lahan pertambakan mandiri (sertifikat hak milik), dan 9.450 Ha merupakan lahan perusahaan (hak guna usaha).

"Adapun komoditas udang yang disebar di 17.139 petak yaitu udang vanname 99 persen. Dengan jumlah KK petambak 6.500 keluarga, dan produksi 30-70 ton/hari," kata Ketua Perhimpunan Petambak Pembudidaya Udang Wilayah Lampung (P3UW Lampung), Suratman, saat kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan ke Kampung Dipasena, Selasa, 15 Juni 2021. 

Adapun kebutuhan harian yang diperlukan yaitu benih udang 3-7 ton/hari, pakan 45-105 ton/hari, obat-obatan 50 ton/hari, dan es 120-280 ton/hari.

"Penjualan udang selama setahun mampu mencapai Rp1,08 triliun. Dengan rata-rata hasil produksi bulanan Juni 2020-Mei 2021 yakni sebanyak 15.895 ton/bulan atau sekitar 44,15 ton/hari," jelasnya.

Adapun beberapa hal yang sudah dilakukan P3UW seperti melakukan penggalangan dan swadaya masyarakat melalui program investasi Rp1.000/kg, melakukan revitalisasi mandiri, melakukan penanaman mangrove, melakukan monitoring udang, perbaikan pola kemitraan bagi hasil melalui koperasi, dan perbaikan jalan darat oleh P3UW. Dalam kunjungan Menteri KKP ada sejumlah kendala yang disampaikan petambak antara lain pendangkalan kanal inlet dan outlet, kerusakan jetty (sedimentasi dan bangunan), kerusakan mangrove greenbelt, rusaknya akses jalan darat, perlu dukungan permodalan.

Wahyu mengatakan, mulai dari infrastruktur, penyediaan bahan baku menjadi salah satu solusi. 

"Harus revitalisasi, tidak ada cara lain. Dengan metode dan manajemen baru dan paguyuban. Maka, akan menjadi salah satu industri tambak yang besar," ujarnya.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar