#stikermiskin#beritalamsel#pkh#bansos

Dipasang Stiker Miskin, 67 KPM PKH di Ketapang Mengundurkan Diri

( kata)
Dipasang Stiker Miskin, 67 KPM PKH di Ketapang Mengundurkan Diri
Pemasangan label stiker miskin di Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan. Lampost.co/Aan Kridolaksono

Kalianda (Lampost.co): Pemasangan label khusus atau stiker disetiap rumah keluarga prasejahtera penerima manfaat bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan dengan tujuan agar tepat sasaran dan transparan ternyata cukup efektif. 

Terbukti pascapemasangan stiker, Pendamping PKH Kementerian Sosial (Kemensos) Kecamatan Ketapang mencatat sekitar 67 keluarga penerima manfaat (KPM) memilih mengundurkan diri atau keluar sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah pusat tersebut. 

"Sebenarnya dari kita mulai sosialisasi pasangan label khusus sudah ada sekitar 42 KPM mengundurkan diri, ditambah dua desa yang telah selesai labelisasi sekitar 25 KPM yang juga mengundurkan diri. Jadi totalnya sekitar 67 KPM yang memilih graduasi mandiri atau keluara, " kata Minggu, 19 Januari 2020.

Koordinator pendamping PKH Kecamatan Ketapang Ahyar Effendi mengatakan labelisasi keluarga prasejahtera di setiap rumah KPM PKH akan dilanjutkan di Desa Pematangpasir, Senin, 20 Januari 2020.

"Ada sekitar 180 KPM di Desa Pematangpasir itu. Desa ini (Pematangpasir) merupakan desa yang ketiga dari 17 desa yang akan kita pasang tanda khusus dirumahnya," ujarnya. 

Labelisasi di kecamatan Ketapang yang dimulai sejak Senin, 13 Januari lalu, kata Ahyar, timnya telah menyelesaikan pemasangan stiker di 252 rumah KPM di Desa Kemukus dan Desa Lebungnala. "Dari jumlah tersebut, sekitar 25 KPM PKH menyatakan mengundurkan diri," katanya.

Diketahui saat pemasangan label khusus di Desa Kemukus, dari 136  KPM PKH, sebanyak 13 keluarga prasejahtera menyatakan mengundurkan diri. Kemudian
saat pemasangan label khusus bagi penerima bansos PKH di Desa Lebungnala pada Kamis dan Jumat (16-17 Januari 2020), dari 67 KPM PKH, sebanyak 12 keluarga menyatakan mengundurkan diri sebagai penerima bantuan untuk mengentaskan kemiskinan tersebut.

"Labelisasi ini bertujuan supaya bantuan PKH tepat sasaran sekaligus validasi data dan fakta di lapangan bahwa penerima bantuan memang keluarga prasejahtera," katanya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar