#bbm#bensin#solar#pertamax#pertalite

Dinyatakan P-19, Polda Siap Lengkapi Berkas BBM Oplosan

( kata)
Dinyatakan P-19, Polda Siap Lengkapi Berkas BBM Oplosan
Kasubdit I Industri Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Direktorat Resere Kriminal Khusus Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Budiman Sulaksono. Dok. Lampost.co


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)  -- Setelah pengembalian untuk dilengkapi  (P-19), berkas perkara pengplosan bahan bakar minyak (BBM), di Desa Klaten, Gadingrejo, Pringsewu, Direktorat Reserse Krinimal Khusus Polda Lampung segera melengkapi sejumlah alat bukti yang diminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. Hal tersebut disampaikan Kasubdit I Industri Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Direktorat Resere Kriminal Khusus Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Budiman Sulaksono.
"Jadi Jumat kemarin (18/8/2917, red), dinyatakan p-19 dan kita segera lengkapi," ujarnya kepada Lampung Post, Minggu (20/8/2017).
Menurut Budiman, tidak banyak alat bukti yang diminta jaksa penuntut ummum dari perkara yang dilakukan oleh  MIF alias B sebagai pengoplos, dan D sebagai pemilik rumah tempat BBM tersebut dioplos. Hanya sedikit keterangan terkait pemeriksaan kandungaan dari saksi ahli yang belum tercantum, dari berkas perkara.
"JPU minta dilengkapai di mana laboratorium tempat menguji kandungan bbm oplosan tersebut, kan kemarin diperiksa di Pajang, jadi kita tinggal cantumin saja," tandasnya.
Sementara itu, belum ada potensi tersangka baru dalam perkara ini, dan dipastikan Ditreskrimsus Polda Lampung, senantiasa melakukan pengawasan ke sejumlah SPBU, dan juga pertamini yang  menjual BBM, untuk menghindari tindakan pengoplosan yang merugikan masyarakat.
"Secepatnya akan kita lengkapi, supaya berkasnya dinyatakan P-21," kata Budiman.
Sebelumnya Polda Lampung menggerebek tempat pengolposan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Desa Klaten, Gadingrejo, Pringsewu, Kamis (6/7/2017). Dari penggerebakan tersebut, berhasil diamankan beberapa orang yang sedang beraktivitas diduga sedang mengoplos Premium dan Pertalite. Selain itu, polisi juga menyita BBM premium dan pertalite sebanyak 6.000 liter dimuat dalam delapan tabung besar.
Polisi juga mengamankan satu truk Colt Diesel BE-9067-CR dan satu unit mobil Gran Max BE-9455-UE, puluhan jeriken, sejumlah dokumen lembar buku catatan penjualan, peralatan pengoplosan BBM dan uang tunai Rp 11 juta.



 

Asrul Septian Malik








Berita Terkait



Komentar