#bpjskesehatan#jaminankesehatan#beritamesuji

Dinsos Mesuji Benahi Data Warga Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

( kata)
Dinsos Mesuji Benahi Data Warga Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan
Ilustrasi. Foto: Google Images

Mesuji (Lampost.co): Dinas Sosial Kabupaten Mesuji berupaya memperbaiki data calon penerima program BPJS Kesehatan. Kepala Dinas Sosial Mesuji Gunarso mengatakan saat ini Pemerintah Kabupaten Mesuji menanggung iuran BPJS Kesehatan bagi 42.000 warga.

Dia mengatakan dari jumlah itu, banyak data warga yang sudah tidak akurat lagi. Mulai dari pindah domisili, bahkan sudah meninggal dunia.

"Jadi yang sudah pindah dan meninggal tersebut BPJS-nya masih dibayar pemerintah karena tidak ada pendataan lagi. Iuran BPJS kesehatan Mesuji kini sudah naik hingga 100%," kata Gunarso, Kamis, 5 Maret 2020.

Menurutnya, kondisi tersebut membebani APBD Mesuji dan harus sesegera mungkin dilakukan pemuktahiran data.

"Pemuktahiran data terpadu kesehatan sosial (DTKS) itu adalah acuan kami untuk menentukan calon penerima BPJS. Tadinya kami menggunakan data dari BPS," katanya.

Saat ini, lanjut Gunarso, Pemkab Mesuji harus mengeluarkan sekitar Rp1,5 miliar per bulan untuk membayar iuran BPJS Kesehatan warga. "Dan itu dibayar di APBD Perubahan," ujarnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar