#BERITALAMPUNG#PEMPROV

Dinsos Lampung Dampingi Orang Tua yang Miliki Anak Autisme

( kata)
Dinsos Lampung Dampingi Orang Tua yang Miliki Anak Autisme
Ilustrasi diunduh Rabu, 22 Juni 2022. (Istimewa)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Sosial (Dinsos) Lampung mendampingi orang tua yang memiliki berkebutuhan khusus seperti autisme. Pendampingan dilakukan agar orang tua bisa memberikan kehidupan yang layak kepada anak autisme.


"Pendampingan yang dimaksud dengan sering bersosialisasi kepada masyarakat atau orang tua yang memiliki anak autisme. Kami dorong jangan malu dan harus didik anak tersebut menjadi pribadi baik," ujar Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi di ruang kerja, Rabu, 22 Juni 2022. 

Menurutnya, Pemprov Lampung juga mendorong anak autisme bisa bersekolah. 

"Ada koordinasi dengan dinas pendidikan juga bahwa di Lampung ada sekolah luar biasa (SLB) jadi anak-anak kebutuhan khusus memiliki wadah pendidikan," katanya. 

Hal tersebut didorong oleh Ketua Umum Persatuan Komunitas Disabilitas (PKD) Provinsi Lampung Riana Sari Arinal. Orang tua harus bisa mendampingi anak autisme dan disabilitas agar bisa berkembang. 

"Orang tua harus bisa menerima keadaan anak yang istimewa ini. Jangan sampai anak berkebutuhan khusus dibedakan dengan anak normal lainnya," ujar Ketua Harian PKD Yunita Viriya, mewakili Riana Sari Arinal. 

Baca juga: Anak Berkebutuhan Khusus Layak Dapat Perhatian Pendidikan

Dia juga menjelaskan keluarga baru yang akan memiliki anak atau bagi yang sudah memiliki anak untuk dapat mengintervensi sejak dini melalui skrining awal autisme dan penanganan yang tepat.

"Penyandang autisme dapat dikatakan sembuh dengan tidak adanya ciri - ciri autisme seperti tidak bermasalah di komunikasi sosial dan bisa berbicara, tidak bermasalah di interaksi sosial dengan bisa bergaul dengan orang lain, dan tidak bermasalah pada perilaku," katanya. 

Pihaknya mendorong agar anak autisme di Lampung mendapatkan penanganan dan intervensi sehingga bisa mendapatkan perhatian. 

"Ini harus didorong agar ada sosialisasi hingga pengobatan bagi anak autisme," ujar Yunita. 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar