#ziarah#pahlawan#generasibangsa#dinassosial

Dinsos Lampung Ajak Siswa Ziarah Wisata di Makam Raden Intan II

( kata)
Dinsos Lampung Ajak Siswa Ziarah Wisata di Makam Raden Intan II
Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju yang di dampingi oleh kepala Dinas Sosial Lampung Selatan, Dulkahar bersama para siswa SMP dan SMA sederajat. Lampost.co/Armansyah

KALIANDA (Lampost.co) -- Guna menanamkan nilai-nilai kepahlawanan perjuangan agar tidak luntur kepada para generasi muda, Dinas Sosial Provinsi Lampung mengajak siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat dibeberapa sekolah di Lampung Selatan ziarah wisata di makam Raden Intan II, di Desa Gedung Harta, Kecamatan Penengahan Lampung Selatan, Senen (29/7/2019).

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju yang di dampingi oleh kepala Dinas Sosial Lamsel, Dulkahar mengatakan, kegiatan ziarah wisata merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan agar nilai kepahlawanan pada diri generasi muda saat ini tidak luntur. 

"Kita harus bangga memiliki tokoh pahlawan seperti Radin Intan II yang sudah berjuang melawan penjajah di usianya yang masih sangat muda. Saat ini, kita berjuang bukan melawan penjajah, tetapi kita berjuang melawan kebodohan. Untuk itu, sejak dini kita tanamkan kepada para generasi muda agar memiliki nilai-nilai perjuangan, kepahlawanan dan kelestarian lingkungan serta generasi muda bisa bersatu dan mengetahui NKRI itu harga mati," ujar Sumarju.

Sumarju mengatakan kegiatan ziarah wisata tidak hanya dilakukan di makam Radin Intan II saja. Akan tetapi, pihaknya sudah melaksanakan beberapa kegiatan serupa dibeberapa Kabupaten yang ada di Provinsi Lampung, seperti makam pahlawan di Kota Bandar Lampung, Metro, Lampung Utara dan beberapa makam pahlawan lainnya yang ada di Provinsi Lampung."Kegiatan ini tidak hanya melibatkan para siswa saja, akan tetapi kita juga melibatkan organisasi kemasyarakatan. Kita juga selalu siap untuk mendampingi jika di butuhkan untuk kegiatan ziarah wisata ini," katanya.

Untuk ziarah wisata saat ini, pihaknya melibatkan para generasi muda terutama anak sekolah SMP dan SMA. Hal ini dilakukan agar generasi muda memiliki nilai-nilai kepahlawanan dan mampu menjaga kelestarian budaya yang ada.

Armansyah



Berita Terkait



Komentar