#dinsos#disabilitas#lansia#beritalampung

Dinsos Bandar Lampung Usulkan 242 Alat Bantu Penyandang Disabilitas dan Lansia

( kata)
Dinsos Bandar Lampung Usulkan 242 Alat Bantu Penyandang Disabilitas dan Lansia
Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Muzarin Daud. Lampost.co/Deta Citrawan

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dinas Sosial Kota Bandar Lampung saat ini tengah mengusulkan sebanyak 242 alat bantu untuk disabilitas dan lansia ke Kementerian Sosial (Kemensos). 

Kepala Dinsos Bandar Lampung Tole Dailami, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Muzarin Daud mengatakan bahwa tahun ini Dinsos telah mengusulkan berupa alat bantu bagi penyandang disabilitas dan lansia di Kota Bandar Lampung. 

Dimana seluruh alat bantu yang telah diusulakan itu akan terealisasi ditahun 2020 mendatang. Dan pengusulan telah dilakukan sekitar beberapa bulan lalu,  sehingga saat ini masih dalam tahap menunggu realisasi usulan.  "Tiga bulan lewat itu sudah diusulkan ke Kemensos. Dan tujuannya untuk membantu warga penyandang disabilitas, lansia, dan cacat lainnya di Bandar Lampung ini," ujarnya, Jumat, 11 Oktober 2019.

Dirinya menjelaskan, program bantuan dari Kementerian ini baru untuk pertama kalinya di Bandar Lampung. Dan baru dapat diterima pada tahun mendatang, dalam pendataan penerimapun berdasarkan dari Badan Data Terpadu (BDT). "Untuk rincian penerima alat bantuan itu diantaranya, pengadaan alat bantu disabilitas sebanyak 102, alat bantu untuk anak 24, alat bantu lansia 116, sehingga totalnya sebanya 242," jelasnya. 

Dia mengatakan alat-alat tersebut diantaranya berupa kursi roda, kacamata low vision, alat bantu dengar, alat bantu jalan atau kruk dan alat bantu jalan kruk kaki tiga atau tripod. 

Menurutnya, dari keseluruhan jumlah alat bantu yang diusulkan ke Kemensos belum dapat dipastikan dapat terealisasi semua. Namun pihaknya berharap bahwa semua dapat terealisasi, sehingga ditahun mendatang dapat mengusulkan lebih dari saat ini.  "Karena ini baru pertama kali kita mengajukan, ya insya Allah dapat terealisasi semua. Jika memang program ini berhasil, bukan tidak mungkin Pusat meminta kita untuk menambah jumlah data penerima alat bantu," pungkasnya. 

Deta Citrawan



Berita Terkait



Komentar