#Covid-19#pringsewu

Dinkes Pringsewu Berupaya Penuhi Kebutuhan Rapid Test Antigen Warga

( kata)
Dinkes Pringsewu Berupaya Penuhi Kebutuhan Rapid Test Antigen Warga
Ilustrasi rapid test antigen/Istimewa.


Pringsewu (Lampost.co) -- Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu menyiapkan rapid test antigen guna mengantisipasi penyebaran Covid-19. Rapid antigen biasanya menjadi syarat untuk masyarakat yang akan keluar dan masuk wilayah-wilayah yang termasuk zona merah, seperti Jakarta dan lainnya. 

Kesehatan Pringsewu dr. Ulinnoha mengatakan sudah belasan orang yang menggunakan rapid test antigen melalui pelayanan di RSUD Pringsewu. Guna memenuhi kebutuhan masyarakat, pelayanan rapid test antigen kini sudah bisa diperoleh di rumah sakit swasta.

Dia menjelaskan terkait vaksin sampai saat ini belum ada perintah langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Meskipun begitu, sosialisasi menjelang pelaksanaan vaksinasi terus dilakukan," kata Ulinnoha, Rabu, 23 Desember 2020. 

Semetara Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Kab Pringsewu Dr Hadi Mochtarom mengatakan informasi mengenai vaksin saat ini masih diperoleh sebatas melalui elektronik termasuk YouTube.

Dia menambahkan soal tenaga medis untuk vaksin sudah siap, namun memang belum ada pelatihan yang khusus vaksin Covid-19.

"Setiap Puskesmas kami sudah memiliki tenaga khusus vaksin yang biasa mengerjakan vaksinasi wajib balita, artinya jika di perintahkan segera akan siap," ungkap dr. Hadi.

Lebih lanjut untuk jumlah rapid test/rapid antibody yang selama ini dilakukan untuk wilayah Pringsewu sudah mencapai 2.100 orang, sedangkan untuk rapid antigen belum banyak kecuali hanya dilakukan untuk keperluan tracing.  

Rapid antigen untuk keperluan tracing bagi orang yang diduga kontak dengan pasien Covid-19 dilakukan di RSUD Pringsewu tanpa biaya. Menurutnya rapid antigen dilakukan mengingat angka penularan Covid-19 semakin meningkat.

Saat ini RS Mitra Husada sedang mempersiapkan ruangan khusus untuk pelaksanaan rapid antigen bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan. Rapid antigen dinilai lebih berisiko jika dilakukan pada ruangan biasa sehingga harus dibuatkan ruangan khusus.

Rapid antigen merupakan perintah Kementerian Perhubungan bagi warga yang akan melakukan perjalanan luar kota.

"Kita harus menjalankan itu, sehingga warga yang melakukan perjalanan juga merasa aman," ungkapnya. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar