#dbd#jumantik#lamsel

Dinkes Lamsel Bingung Sebutkan Jumlah Jumantik

( kata)
Dinkes Lamsel Bingung Sebutkan Jumlah Jumantik
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Images

Kalianda (Lampost.co) -- Dinas Kesehatan Lampung Selatan kebingungan sebutkan jumlah juru pemantau jentik (Jumantik) diKabupaten Lampung Selatan.

"Saya binggung mau menyebut jumlahnya, apalagi mau menyuruh jumantik. Sebab, para jumantik tidak ada honornya,"ujar Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Lamsel Kristi Endsrwati, Kamiis, 6 Februari 2020, ketika dihubungi via ponselnya.

Menurut dia, jumantik merupakan tenaga sukarela yang dibentuk saat sosialisasi yang dilakukan Dinas Kesehatan Lampung Selatan dengan pesertanya adalah para kader kesehatan di suatu desa.

"Jadi, kalau ada yang sukarela mau menjadi jumantik ya kita rekrut. Tapi, memang jumantik tidak ada honornya. Sehingga, terkadang kami pun malu untuk menyuruh - nyuruh jumantik. Jika, ada kasus demam berdarah degue (DBD) disuatu daerah,"katanya.

Idealnya, jelas Kristi, satu rumah 1 jumantik. Namun, tenagannya hanya sukarela. Karena, jumantik tidak digaji atau diberi honor.

"Oleh sebab itu, pemantauan jentik dilakukan oleh petugas kesehatan. Jika, ada dugaan kasus DBD disuatu daerah,"jelasnya.

Disinggung mengenai jumlah kasus DBD di Lampung Selatan, Kristi, menyatakan pada Januari 2020 ini angkanya mencapai 86 kasus.

"Kalau Februari 2020 ini belum tahu angkanya,"jelas Kristi, yang mengaku sedang dinas luar.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar