insentifkorona

Dinkes Lamsel Ajukan Insentif Tenaga Medis Senilai Rp5 Miliar

( kata)
Dinkes Lamsel Ajukan Insentif Tenaga Medis Senilai Rp5 Miliar
Ilustrasi. Medcom.id

KALIANDA (Lampost.co) -- Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan telah mengajukan usulan ke pusat melalui APBN, untuk insentif tenaga kesehatan (nakes) dan non-nakes yang berperan aktif dalam penanganan Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan Jimmy Banggas Hutapea menyatakan anggaran untuk insentif itu diusulkan total sekitar Rp5 miliar. Itu untuk nakes dan non-nakes yang bekerja di rumah sakit, dan seluruh puskesmas di Lampung Selatan.

"Setelah diverifikasi muncul angka Rp4,6 miliar," ujarnya, Kamis, 9 Juli 2020.

Lebih lanjut dia menjelaskan, usulan melalui APBN itu untuk insentif April dan Mei 2020. Untuk di rumah sakit insentif nakes dan non-nakes paling tinggi nilainya Rp15 juta dan di tingkat puskesmas paling tinggi Rp5 juta.

"Usulan ini kita layangkan Juni kemarin dan informasinya, anggaran itu sudah masuk ke kas daerah (Kasda) sebesar 60 persen. Nanti tinggal kita melakukan proses penataan anggaran dan mengusulkannya ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)," jelasnya.

Mantan Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda itu pun menambahkan penentuan nakes-non nakes di puskesmas yang menerima insentif yakni memenuhi kriteria yang dihitung dari jumlah PDP, ODP, tracing, pemeriksaan terhadap kasus yang berkenaan dengan virus korona.

"Kalau terpenuhi, maksimal untuk 20 orang nakes di puskesmas," tambahnya. 

Disinggung mengenai  insentif untuk Juni 2020, Jimmy menyatakan pihaknya akan kembali mengusulkan ke pusat melalui APBN. "Tetap kita usulkan ke pusat kalau untuk insentif Juni," katanya.

Winarko



Berita Terkait



Komentar