TBCdinkeslampungutara

Dinkes Lampura Targetkan Periksa 1.207 Penderita TBC 

( kata)
Dinkes Lampura Targetkan Periksa 1.207 Penderita TBC 
Lampost.co/Yudhi Hardiyanto


KOTABUMI (Lampost.co) -- Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten  Lampung Utara menargetkan melakukan pemeriksaan suspect penderita tuberkulosis (TBC) kepada 1.207 orang. Jumlah itu 58% dari proyeksi yang ditetapkan Kementerian Kesehatan sebanyak 2.080 orang. 

"Dari 1.207 orang suspect TBC di kabupaten yang mesti di periksa, hasil laporan pendataan mulai Januari--November 2020, baru tercapai 26,5% orang atau 310 orang yang di periksa" ujar Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Lampung Utara, M. Yusuf, di sela kegiatan monitoring dan evaluasi program TBC di gedung aula IBI Kotabumi, Selasa, 1 Desember 2020.

Dari hasil evaluasi dan monitoring program TBC yang diikuti pengelola program TBC dari 27 puskesmas yang tersebar di 23 kecamatan se-Lampura, rendahnya hasil pemeriksaan di 2020, disebabkan pembatasan layanan kesehatan bagi masyarakat di puskesmas karena pandemi covid-19. 

"Selama pandemi pencarian kasus TBC baru di desa yang dilakukan kader TB, untuk sementara dihentikan dan seluruh kegiatan lebih difokuskan untuk pencegahan covid-19" ujarnya. 

Hasil evaluasi di lapangan, selain menyebabkan pembatasan layanan kesehatan bagi masyarakat, pasien rata-rata melakukan pengobatan mandiri dan baru mendatangi klinik kesehatan setelah penyakitnya kronis. 

Selain itu ketidaktahuan pasien dan survei kontak pada masyarakat atau keluarga pasien yang terpapar tidak dapat dilakukan secara maksimal. 

"Di masa pandemi pemeriksaan suspect penderita TBC di lingkungan pasien terdekat seperti keluarga maupun tetangga mesti menerapkan protokol kesehatan secara ketat" ujar dia. 

Di singgung jumlah angka temuan kasus TBC di Lampura, dia menjawab, selama Januari--November 2020, tercatat 552 kasus. Sementara, target penjaringan temuan kasus TBC baru di kabupaten yang ditetapkan Kemenkes di 2020 sebanyak 965 kasus.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar