#beritalampura#kesehatan#stunting

Dinkes Lampura Petakan Desa Locus Stunting di 2020

( kata)
Dinkes Lampura Petakan Desa Locus Stunting di 2020
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinkes Lampung Utara, Daning Pujiarti. Lampost.co/Yudhi Hardiyanto

Kotabumi (Lampost.co): Untuk mengoptimalkan pencegahan stunting (pendek) di Lampung Utara, Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten setempat melakukan pemetaan desa/kelurahan yang akan ditetapkan sebagai wilayah locus stunting.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinkes Lampung Utara, Daning Pujiartimengatakan penyebab stunting adalah kekurangan nutrisi atau giziyang menghambat pertumbuhan pada tinggi badan pada anak, bila dibiarkan hal ituakan berdampak pada kecerdasan anak saat tumbuh dewasa.

"Untuk pencegahan stunting dibutuhkan peran semua pihak. Dibutuhkan komitmen bersama, mulai dari pemerintah daerah, sampai masyarakat.Sebab penyebab stunting cukup kompleks, dari masalah ekonomi sampai kurangnya pengetahuandi masyarakat tentang arti pentingnya gizi bagi balita mereka," ujarnya, saat ditemui diruang kerjanya, Jumat, 8 November 2019.

Untuk pencegahan stunting, lanjut dia, Pemkab Lampura melibatkan kegiatan lintas sektoral yang dilakukan dinas/instansi terkait, seperti Bappeda untuk perencanaan program di masyarakat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) lebih fokus memberikan sosialisasi pada PAUD dan TK sertaDPMD,berikut masyarakat yang ada di wilayah desa.

Dilanjutkan Dinas Pertanian (Distan) serta Dinas Ketahanan Pangan (DKP) dibidang pemanfaatan pekarangan guna pemenuhan gizi keluarga. Lalu, Dinas Perumahan dan Permukimanuntuk optimalisasi pemenuhan air bersih, serta Dinas PPPA dan Dinas PPKB lebih terfokus pada perempuan dan anak.

"Untuk mengoptimalkan pencegahan stunting yang dilakukan secara lintas sektoral dinas/instansi terkait itu, Dinkes melakukan pemetaan wilayah desa untuk wilayah locus dengan memilih 10 desa/kelurahan dari 247 desa/kelurahan se-Lampura," kata dia.

Dia mengatakan kriteria desa locus stunting di 2020 mendatang,Dinkes menilai dari tinggi badan anak menurut umur usia dari bayi dibawah dua tahun mulai0--23 bulan dan anak diatas dua tahun mulai usai 24--59 bulan.

"Untuk penghitungan presentase tinggi badan menurut usia, di desa kamimengoptimalkan kader posyandu dan bida desa guna memantau tumbuh kembang anak," kata dia.

Adi Sunaryo

Berita Terkait

Komentar