#kesehatan#lampura#malaria#beritalampung

Dinkes Lampura Optimistis Lolos Uji Kelayakan Eliminasi Malaria 2018

( kata)
Dinkes Lampura Optimistis Lolos Uji Kelayakan Eliminasi Malaria 2018
Petugas kesehatan mengecek genangan air untuk memastikan ada tidaknya jentik nyamuk penyebar malaria. (Foto:Lampost/Yudhi)

KOTABUMI (Lampost.co)--Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara optimistis lolos uji kelayakan eliminasi malaria 2018 dari Kementerian Kesehatan. Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Lampung Utara, M. Yusuf di ruang kerjanya, Jumat (7/7/2018) mengatakan pihaknya optimistis lolos uji kelayakan eliminasi malaria 2018 di Lampura. 
Sebab, tiga  syarat yang ditetapkan Kemenkes  untuk eliminasi malaria, yakni; slade positif ratio kurang dari lima persen, angka kejadian malaria kurang dari 1 persen per 100 ribu penduduk di wilayah serta dalam 3 tahun berturut-turut, angka kasus malaria yang terjadi bukan tertular dari wilayah setempat telah terpenuhi. 
Merujuk hasil tim assesment eliminasi malaria dari Kemenkes saat uji  kelayakan eliminasi malaria 2018 di Lampura mulai Kamis sampai jumat (6-7/7/2018) yang terbagi dalam dua tahap, yakni; penilaian berkas Dinas Kesehatan terkait kasus malaria yang terjadi di wilayah dalam 3 tahun berturut-turut (2015 s/d 2017) dan uji lapangan mengenai kasus tersebut di pusat layanan kesehatan. Yakni;  RSUD Ryacudu Kotabumi dan  Puskesmas Kotabumi 2, serta melakukan kunjungan ke mantan penderita Malaria di Jln. Punai, Kelurahan Tanjung Harapan Kec. Kotabumi Selatan, khususnya saat pemeriksaan  jentik nyamuk pembawa penyakit malaria di selokan oleh expert enthomolog Kemenkes, hasilnya negatif atau tidak ada jentik nyamuk pembawa vektor penyakit malaria ditemukan.
"Bila merujuk dari tiga syarat eliminasi malaria yang ditetapkan Kemenkes, Lampung Utara telah memenuhi kualifikasi dan itu dibuktikan dengan tidak adanya jentik nyamuk pembawa vektor penyakit malaria ditemukan di selokan wilayah Kotabumi dan  dengan ini mudah-mudahan Lampura mendapat  sertifikat bebas malaria dari WHO dan  Presiden RI" ujarnya pada Lampost.co.
 

Yudhi Hardianto



Berita Terkait



Komentar