#dbd#kesehatan

Dinkes Lampura Instruksikan Puskesmas Antisipasi Lonjakan DBD

( kata)
Dinkes Lampura Instruksikan Puskesmas Antisipasi Lonjakan DBD
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Kotabumi (Lampost.co) -- Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) se-Lampung Utara diimbau meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi lonjakan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Imbauan Dinas Kesehatan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) tentang Kewaspadaan Dini DBD ke 27 puskesmas yang tersebar di 23 kecamatan se-Lampura.   

Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lampura M Yusuf mengatakan penyebaran penyakit DBD rentan terjadi kala peralihan musim kemarau ke hujan atau sebaliknya. Untuk itu, Dinkes Lampura telah menyampaikan SE ke 27 puskesmas untuk meningkatkan kewaspadaan dini guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus untuk penyakit tersebut.

"Surat edaran yang dikeluarkan ke puskesmas merupakan bagian dari langkah preventif kami guna mengantisipasi lonjakan kasus DBD yang biasa terjadi di musim hujan ini," ujarnya, Selasa, 14 Januari 2020.

Adanya SE tersebut, setiap petugas kesehatan di puskesmas diharapkan dapat segera mengambil langkah dengan menyampaikan imbauan ke warga yang masuk lingkup wilayah kerjanya. Kegiatan  dilakukan melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan langkah 3M, yakni menutup, menguras, dan mengubur tempat-tempat yang mendukung siklus hidup dan perkembangbiakan nyamuk.

"Tercatat pada Januari 2020 ini telah ada 7 kasus penderita DBD di Lampura. Langkah antisipasi untuk mencegah lonjakan kasus DBD melalui gerakan PSN yang melibatkan masyarakat serta pamong desa/kelurahan setempat," katanya.

Dia berharap langkah tersebut dapat menekan terjadinya penambahan kasus DBD di Lampura dan petugas puskesmas dapat melakukan respons cepat bila ada laporan terjadinya kasus DBD di wilayah. "Bila ada laporan kasus DBD, petugas puskesmas dapat langsung melakukan penyidikan epidemologi penyakit di lingkungan penderita DBD tersebut," ujarnya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar