#Penanganan#Bencana#Alam#Puskesmas#Lampura

Dinkes Lampura Antisipasi Penyakit Pasca Bencana

( kata)
Dinkes Lampura Antisipasi Penyakit Pasca Bencana
Kepala Dinas Kesehatan Lampura, Maya Mettisa bersama tim saat meninjau warga terdampak bencana alam di Desa Margorejo, Kecamatan Kotabumi Utara, Senin (22/10/2018). (Dok. Kominfo Lampura/Lampost)

KOTABUMI (Lampost) -- Pasca hujan lebat disertai angin puting beliung yang meluluh-lantahkan rumah serta fasilitas publik lainnya di Desa Margorejo, Kecamatan Kotabumi Utara. Pemerintah Kabupaten Lampung Utara melalui Dinas Kesehatan setempat turun ke lapangan untuk mengantisipasi masalah penyakit yang mungkin timbul akibat kejadian tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Lampura, Maya Mettisa mengatakan pihaknya telah menurunkan tim bersama unit pelaksana teknis yang ada di puskesmas kecamatan. Pihaknya melakukan tindakan medis dan antisipasi penyakit yang mungkin timbul pada warga terdampak musibah alam itu. "Dinkes sudah turun bersama puskesmas Madukoro, telah kita lakukan upaya penanggulangan dini. Seperti pemeriksaan kesehatan, kemudian tindakan medis bagi mereka terluka akibat tertimpa runtuhan atap," kata dia melalui keterangan tertulisnya kepada Lampost.co, Senin (22/10/2018).

Menurutnya, dari pengamatan dilapangan beberapa indikasi penyakit yang mungkin timbul, diantaranya tensi darah naik. Pihaknya juga telah menerjunkan dokter Siti Hantinan Johan yang bertugas di Puskesmas Madukoro ke lapangan. "Kebetulan disana banyak yang punya riwayat darah tinggi, sehingga kami mengantisipasi obat-obatan untuk penyakit itu," katanya.

Selain itu, kata dia, pemerintah daerah juga akan memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana itu yang akan langsung diberikan oleh Bupati Agung Ilmu Mangkunegara. Setelah menerima informasi dari tim yang diturunkan pada hari ini, Senin (22/10/2018), dipimpin oleh Plt Assisten II Setdakab setempat. "Beliau langsung akan turun memberikan bantuan ini rencananya. Bapak assisten II bersama tim juga telah turun hari ini. Sementara itu yang baru dapat kami laporkan," ujarnya.
 

Fajar Nofitra



Berita Terkait



Komentar