#DBD

Dinkes Lampung Sebut Status KLB DBD Tergantung Kepala Daerah

( kata)
Dinkes Lampung Sebut Status KLB DBD Tergantung Kepala Daerah
Ilustrasi Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung menyatakan bahwa penentuan kejadian luar biasa (KLB) terhadap penyebaran kasus demam berdarah dengue (DBD) tergantung dari masing-masing kepala daerah.

"Yang menyatakan KLB adalah kepala daerah," ujar Kepala Dinkes Lampung, Reihana, saat dihubungi Lampung Post, Rabu, 26 Januari 2022.

Baca juga: 13 Kecamatan di Lamtim Masuk Kategori Endemis DBD

Menurutnya, kepala daerah melalui Dinkes kabupaten dapat membandingkan angka peningkatan kasus DBD di bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Jika terjadi peningkatan kasus sebanyak dua kali lipat, maka kepala daerah dapat menyatakan kasus DBD di tingkat daerah melalui Dinkes dalam status KLB.

"Caranya dengan membandingkan (kasus DBD) di bulan yang sama pada tahun sebelumnya, apakah ada peningkatan jumlah kasus sebanyak dua kali lipat pada bulan yang sama di tahun ini," jelasnya.  

Menurutnya, pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang tepat.

"Saya sarankan untuk tindakan paling efektif dalam menekan epidemi demam berdarah adalah dengan mengontrol keberadaan dan sedapat mungkin menghindari vektor nyamuk pembawa virus dengue," kata dia.

Pencegahan demam berdarah dapat dilakukan dengan melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dimana masyarakat dapat bergerak dengan melaksanakan Gerakan 3M Plus, yaitu Menguras yaitu dengan membersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan air seperti bak mandi, ember, penampung air lemari es, vas bunga, dan lain lain.

Winarko







Berita Terkait



Komentar