#imunisasi#lampung

Dinkes Lampung Kebut Imunisasi Anak

( kata)
Dinkes Lampung Kebut Imunisasi Anak
Kegiatan pertemuan Tim Kelompok Kerja (Pokja) BIAN di kantor dinkes Lampung, Bandar Lampung, Jumat, 27 Mei 2022. (Lampost.co/Atika Oktaria)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung menyatakan hingga kini cakupan imunisasi selama pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) menembus 10,9%. Hal tersebut untuk mendorong percepatan program imunisasi. 


"Program BIAN yang dilaksanakan selama Mei hingga akhir Juni mendatang ini, sejak Kamis kemarin telah tembus 10,9%. Adapun cakupan imunisasi ini dilakukan untuk campak rubella," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi Lampung, dr Lusi Darmayanti di kantor Dinkes Lampung, Bandar Lampung, Jumat, 27 Mei 2022.

Adapun langkah dilakukan guna percepatan yaitu mengadakan pertemuan Tim Kelompok Kerja (Pokja) BIAN di Provinsi Lampung. Apalagi, Provinsi Lampung termasuk provinsi dengan capaian imunisasi tambahan campak rubella yang tinggi.

"Provinsi Lampung bergerak cepat untuk meningkatkan imunisasi anak, karena saat pandemi covid-19 sempat mengalami penurunan dari sebelumnya 93% menjadi 84,2%," ujar dia. 

Menurut Lusi, upaya pemerintah Provinsi Lampung dan kabupaten/kota untuk mewujudkan herd immunity dengan menargetkan imunisasi selama BIAN mencapai 95%. Adapun capaian herd immunity diharapkan dapat mencegah penyakit yang ditakutkan muncul. 

"Kami meminta masyarakat untuk segera memberikan anak imunisasi, dengan langsung ke puskesmas terdekat atau menerima imunisasi di sekolah," katanya.

Baca juga: Bandar Lampung Mulai Bulan Imunisasi Anak Nasional

Di sisi lain, perwakilan World Health Organization (WHO) untuk Provinsi Lampung, dr Namrata mengungkapkan program BIAN diharapkan terlaksana dengan baik. Sehingga anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi dapat diimunisasi secepatnya. 

"Prioritas saya adalah utamakan imunisasi di wilayah yang sulit terjangkau. Saya berharap BIAN ini dapat mengejar anak-anak yang belum diimunisasi atau yang tidak lengkap menjadi lengkap," ujar Namrata. 

Ia juga menerangkan BIAN bukan sekadar mengampanyekan vaksinasi dan imunisasi. Tapi, diharapkan bisa memperkuat imunisasi rutin yang harus dilakukan ke depannya.

"Bagi saya peran stakeholder dalam menyukseskan program BIAN ini sangat penting untuk bisa memperkuat program imunisasi anak ke depannya. Saya lihat data cakupan nasional untuk Lampung berada yang kedua, evaluasi campak rubella urutan ketiga. Harapannya Lampung bisa menuju ke nomor 1" ujar dokter asal Negara Nepal ini. 

 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar