#pemkotbandarlampung#beritalampung#bandarlampung

Dinkes Dorong Puskesmas Inklusif Lewat Akreditasi

( kata)
Dinkes Dorong Puskesmas Inklusif Lewat Akreditasi
Petugas Puskesmas Pasar Ambon menunjukkan toilet khusus penyandang disabilitas. Lampost.co/Umar


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemkot Bandar Lampung hingga kini memiliki lima puskesmas inklusif. 

Kelimanya adalah Puskesmas Pasar Ambon, Kemiling, Kedaton, Kota Karang, dan Panjang.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Bandar Lampung, Abu Bakar, menjelaskan lima puskesmas tersebut menjadi percontohan awal. Diharapkan dapat mendorong 26 puskesmas lainnya bertransformasi menjadi puskesmas inklusif.

Rencana tersebut diaktualisasikan dengan mendorong melalui penilaian akreditasi sebagai indikator menjadi puskemas inklusif.

"Kalau tahun ini belum ada rencana penambahan, tapi ini akan kami sosialisasikan ke puskesmas lainnya agar bisa menjadi contoh," kata Abu di Puskesmas Pasar Ambon, Telukbetung Selatan, Kamis, 21 Juli 2022.

Ia mengungkapkan, program wash in hcf sulit dicapai karena tidak menjadi prioritas pemerintah. Hal tersebut membuat anggaran yang tersedia juga menjadi lebih sedikit.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pasar Ambon, Desmayanti Bahri, mengatakan banyak tantangan dalam memberikan perubahan. Terlebih, puskemas-nya berada di tengah pemukiman padat penduduk.

Puskemas melibatkan langsung masyarakat terkait kebutuhan dalam menciptakan layanan yang nyaman. Pihaknya melakukan perubahan kepada sejumlah layanan menjadi lebih universal agar bisa dirasakan semua kalangan termasuk penyandang disabilitas.

"Kami juga melakukan edukasi dan pendampingan langsung ke masyarakat sekitar tentang sanitasi total berbasis masyarakat (STBM)," ujarnya.

Sebelumnya ada tiga kelurahan yang menjadi target penerapan STBM, 1 di antaranya lulus dengan 5 pilar sanitasi. Program yang sama saat ini sedang diterapkan di Kelurahan Pesawahan dan Talang.

Direktur YKWS, Febrilia Ekawati, menyatakan siap untuk melakukan pendampingan untuk menjadikan puskesmas inklusif. Hal tersebut dilakukan dalam satu setengah tahun terakhir di lima puskemas Bandar Lampung.

Ia berharap kelima puskesmas yang memenuhi syarat itu bisa menjadi contoh bagi puskesmas lainnya. Dengan tujuan semua layanan kesehatan di Bandar Lampung memiliki akses air, sanitasi, dan kebersihan yang baik.

"Ini juga harus didukung dan perhatian dari pihak puskesmas agar melibatkan masyarakat dalam menciptakan fasilitas kesehatan yang inklusif," ungkapnya.

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar