#demamberdarah#dbd#beritalampung#kesehatan#jumantik

Dinkes Bandar Lampung Siagakan Jumantik Ditiap Puskesmas

( kata)
Dinkes Bandar Lampung Siagakan Jumantik Ditiap Puskesmas
Ilustrasi. Foto: Google Images

Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Kesehatan telah membentuk juru pemantau jentik (Jumantik) yang tersebar di seluruh puskesmas di Kota Tapis Berseri.

Kepala Dinkes Kota Bandar Lampung Edwin Rusli mengatakan sebagai bentuk antisipasi terhadap penyebaran jentik nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue (DBD). Dinkes setempat telah membentuk Jumantik yang terdapat ditiap puskesmas.

"Jumantik sudah lama kita bentuk dari tahun-tahun sebelumnya sudah ada. Mereka berada ditiap puskesmas. Tugasnya ya itu mengawasi rumah warga akan penyebaran jentik nyamuk penyebab DBD," ujarnya saat di hubungi Lampost.co, Kamis, 6 Februari 2020.

Dirinya menjelaskan, Jumantik adalah orang yang ditunjuk dan diberi tugas untuk memantau jentik nyamuk dari rumah ke rumah. Dan berasal dari lingkungan sekitar yang secara sukarela mau bertanggung jawab untuk malakukan pemantauan jentik nyamuk DBD aedes aegypti di wilayahnya serta melakukan pelaporan ke kelurahan secara rutin dan berkesinambungan.

"Tugasnya seperti mengecek tempat penampungan air dan tempat yang dapat tergenang air bersih apakah ada jentik dan apakah sudah tertutup rapat. Untuk tempat air yang sulit dikuras diberi bubuk larvasida seperti abate. Membasmi keberadaan kain atau pakaian yang tergantung di dalam rumah," jelas Edwin.

"Mengecek kolam renang dan kolam ikan agar bebas dari jentik nyamuk. Menyambangi rumah kosong atau tidak berpenghuni untuk cek jentik," lanjutnya.

Selain itu, pihaknya mengungkapkan. Sampai saat ini jumlah kasus DBD di Bandar Lampung masih terbilang normal dan bahkan telah mengalami penurunan yang drastis di bandingkan awal tahun lalu.

"Sampai saat ini jumlah kasus warga terkena DBD sebanyak 32 orang, jumlah ini jauh lebih menurun jika di bandingkan awal tahun lalu yang mencapai 200-an kasus," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar