#BANDARLAMPUNG

Dinkes Bandar Lampung Cegah Stunting Lewat Perbaikan Sanitasi

( kata)
Dinkes Bandar Lampung Cegah Stunting Lewat Perbaikan Sanitasi
Ilustrasi. Dok. Lampost


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Kesehatan Bandar Lampung melakukan pemberdayaan masyarakat untuk membangun sistem sanitasi yang layak. Hal itu sebagai upaya menekan angka stunting di 2023.

Pelaksana tugas (Plt) Dinkes Bandar Lampung, Desti Mega Putri menyampaikan, hal itu dilakukan dengan memberikan  informasi, sosialisasi dan edukasi unyuk meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya sanitasi layak. Masyarakat mesti memiliki jamban sehat yang terhubung dengan tangki septik.

Tidak hanya itu, pihaknya juga memberikan pengetahuan dan praktik pembuatan jamban sehat. Hal tersebut penting agar masyarakat tidak kesulitan dan mengeluarkan banyak biaya. "Dengan sanitasi sehat dan layak bisa mencegah dan menekan angka stunting di Bandar Lampung," kata dia, Minggu, 15 Januari 2023.

Selain itu, penekanan prevalensi itu dilakukan dengan meningkatkan kualitas pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita. Hal itu dilakukan dengan melakukan revitalisasi peralatan antopometri di posyandu serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu melalui refreshing kader.

Kemudian meningkatkan imunisasi lengkap serta pemberian kapsul vitamin A pada balita. Hal itu dilakukan melalui penerapan Manajemen Terpadu Balita Sakit untuk menurunkan angka kesakitan.

"Kami juga melakukan peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi dan kesehatan melalui penyuluhan dan konseling, antara lain ASI Eksklusif, Pemberian makan bayi dan anak (PMBA), dan pemantauan pertumbuhan," kata dia.

Berdasarkan data monev Sanitasi Terpadu Berbasis Masyarakat (STBM) Kementerian Kesehatan, ada sebanyak 5.304 keluarga di Bandar Lampung masih menumpang untuk buang air besar (BAB). Jumlah itu tersebar di 19 wilayah kecamatan.

Kemudian, prilaku BAB Sembarangan (BABS) masih dilakukan sebanyak 7.697 keluarga. Bahkan saat ini dari 20 kecamatan yang ada hanya 7 kecamatan yang dinyatakan bebas BABS.

Sebanyak 13 kecamatan masih ditemukan perilaku BABS bahkan, 3 di antaranya masih di bawah 90 persen. Temuan prilaku terbanyak di Kecamatan Telukbetung Timur 1.229 keluarga, Telukbetung Utara 1.229 keluarga, dan, Telukbetung Selatan 960 keluarga.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar