#GAGALGINJALAKUT

Dinkes Bandar Lampung Benarkan Diagnosa Bayi Meninggal Akibat Gagal Ginjal Akut

( kata)
Dinkes Bandar Lampung Benarkan Diagnosa Bayi Meninggal Akibat Gagal Ginjal Akut
Plt Kepala Dinas Bandar Lampung, Desti Mega Putri. Dok. Antaranews.com


Bandar Lampung (Lampost.co) – Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung membenarkan bahwa bayi MAF meninggal dengan diagonsa acute kidney injury (AKI).

"Iya tapi ada pneumonia juga, ada paru-paru benar  jadi bisa juga ada gagal ginjal akut kan. Makanya disebut gagal ginjal akut, gagal ginjal misterius," kata Plt Kepala Dinas Bandar Lampung, Desti Mega Putri saat ditemui di RS A. Dadi Tjokrodipo.

Hal itu diketahui setelah pihaknya mendapat laporan dari Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM). Menurutnya, terkait diagnosa itu sepenuhnya kewenangan RSUDAM. "Kami Pemkot Bandar Lampung hanya sebatas memberikan bantuan berupa menanggung biaya pengobatan. Mengenai diagnosa penyakit, merupakan ranah pihak dokter dan RSUAM," kata dia.

Sementara itu Desi Apriani, ibu dari bayi MAF mengaku tidak diberikan dokumen hasil pemeriksaan oleh pihak rumah sakit. Padahal, ada serangkaian pemeriksaan yang dilakukan namun hanya dibacakan hasil pemeriksaannya saja.

"Awal masuk IGD itu langsung diperiksa, seperti rontgen, CT scan, hingga pemeriksaan sampel darah. Tapi hasil pemeriksaannya tidak diberikan," kata dia, Senin, 24 Oktober 2022.

Dari hasil rontgen, dokter menjelaskan bahwa di paru-paru MAF terdapat virus yang mengakibatkan adanya penumpukan cairan. Sementara untuk hasil CT scan, ada pembekuan darah di bagian otak. "Jadi hasilnya itu radang paru-paru, dan pembekuan otak. Nggak ada sama sekali yang menyebutkan bahwa anak saya meninggal karena gagal ginjal," kata dia.

Desi mengatakan saat itu dokter melakukan pemeriksaan awal kepada anaknya di IGD RSUAM, setelah diperiksa langsung dipindahkan ke ruang Alamanda khsus anak. Namun karena kondisi menurun, MAF harus dipindahkan ke ruang ICU.

"Waktu di Alamanda mau ke ICU itu semua dokumen mau yang asli dan fotokopi diambil semua sama pihak RS, sampai sekarang belum dikembalikan. Jadi kami pulang tanpa bawa dokumen apapun," kata dia.

Sementara, mengenai perbedaan diagnosa kematian pasien MAF, pihak Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dan RSUAM belum angkat bicara.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar