#telkomsel#operatorseluler#bts

Dinas PUTR Metro Minta PT Telkomsel Perbarui IMB

( kata)
Dinas PUTR Metro Minta PT Telkomsel Perbarui IMB
Kasi Penataan Ruang di Dinas PUTR, Ari Ariyadi. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co): Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Metro mengimbau PT Telkomsel untuk memperbarui surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bagi menara base transciever station (BTS) yang terletak di RT 28 RW 05 Kelurahan Imopuro, Kecamatan Metro Pusat.

Hal ini disampaikan oleh Kasi Penataan Ruang di Dinas PUTR, Ari Ariyadi, pihaknya sebelumnya telah mempelajari terkait ketidak absahan IMB dari menara tersebut.

"Sebelumnya kita sudah mempelajari IMB dari bangunan itu sendiri, kalau berdasarkan Perda nomor 7 tahun 2018 berkaitan dengan pendirian menara itu izinnya 20 tahun. Terhitung sejak didirikan nya bangunan itu pada tahun 2021 seharusnya sudah diperbaiki," kata dia, Senin, 28 September 2020.

Baca juga: Merasa Dibohongi, Enam Warga Sekitar BTS di Imopuro Cabut Surat Pernyataan

Dia menjelaskan, selama ini sudah empat kali diadakannya pertemuan antara warga, pihak Telkomsel, dan dinas PUTR. 

"Saat ini kami belum belum membicarakan pertemuan kembali, namun selama ini berlangsung sudah empat kali pertemuan yang sudah kita lakukan dan sampai sekarang hasilnya belum ada kesepakatan. Yang pasti kita masih menindaklanjuti," ujar dia.

Baca juga: Telkomsel Metro Bantah Ketidakabsahan IMB Menara BTS di Imopuro

Dia menambahkan sebelumnya warga juga telah mengirimkan surat ke Dinas PUTR dan sudah ditindaklanjuti.

"Sebelum surat ini masuk kemarin ada surat masuk juga, surat itu kami tindak lanjuti atas dasar pemerintah kota metro mengirimkan ke Telkomsel untuk memperbarui surat IMB," tambahnya.

Dia mengakui sebelumnya PT Telkomsel telah mengirimkan surat yang isinya mengatakan bahwa pada surat IMB yang dimiliki menara BTS itu tidak memiliki masa kadaluarsa (seumur hidup).

"Ya. Sebelumnya PT Telkomsel sudah mengirimkan surat yang membenarkan IMB itu dapat digunakan selamanya. Namun itu dasarnya dari SKB tiga menteri dan di SKB tiga menteri itu berlaku seumur hidup selagi tidak ada pertambahan dan perpanjangan. Cuma ada pasal lain yang menyebutkan bahwa pendirian menara BTS itu setelah dua tahun berdirinya bangunan harus menyesuaikan peraturan yang berlaku," ujar dia.

Menurutnya, pembaruan itu didasari oleh jarak radius dari pendirian menara BTS itu sendiri, tidak hanya persetujuan warga yang dulu pernah di buat.

"Untuk radius harusnya diperbarui kembali, tidak hanya 12 orang saja, kalau di petunjuk teknis menara itu kan tinggi menara dikali 125 persen. Intinya mereka harus bisa menyesuaikan itu untuk izin lingkungan yang baru," ujar dia.

Terkait masuk nya surat somasi yang dikirimkan oleh warga, pihaknya akan mempertimbangkan kembali dan akan berkoordinasi dengan pihak terkait.

"kalau surat somasi yang masuk yang hari ini kami harus berkoordinasi dengan pimpinan dulu, karena sementara ini kita lihat PT Telkomsel harus membuat izin yang baru. Jadi kalau seperti itu apa kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi izin pendirian itu bisa terus dan masyarakat juga menerima adanya pendirian tower itu," ujarnya

Dia berharap nanti jika ada pertemuan kembali ada kesepakatan baru untuk menyelesaikan masalah ini baik dari pihak masyarakat dan Telkomsel.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar