#pembangunan#underpass#infrastruktur

Dinas PU Klaim UGR Pembangunan Underpass Urip Disepakati Warga

( kata)
Dinas PU Klaim UGR Pembangunan <i>Underpass</i> Urip Disepakati Warga
Jalan Urip Sumoharjo yang jadi lokasi pembangunan underspass. Lampost.co/Salda Andala

Bandar Lampung (Lampost.co): Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) Bandar Lampung mengklaim uang ganti rugi (UGR) pembangunan proyek jalan bawah tanah (underpass) dan jalan layang (flyover) di Jalan Urip Sumoharjo sudah disetujui warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Iwan Gunawan menyatakan warga telah menyetujui dengan nilai UGR Rp2,5 juta per meter persegi. Tetapi fakta di lapangan warga menolak keras dengan besaran ganti rugi tersebut.

Said (52) warga setempat mengatakan warga setempat menolak keras jika ganti rugi pembebasan lahan tidak sesuai dari kesepakatan diawal musyawarah.

"Kami warga tetap menolak. Jika dikabarkan kami setuju itu tidak benar. Kami warga setempat minta bukti tertulisnya jika kami setuju yang telah kami tanda tangani, ada enggak dari pihak PU bukti kami setuju, jelas tidak ada, hanya statement tanpa bukti," ujarnya kepada Lampost.co, Minggu, 5 April 2020.

Hal serupa diutarakan Sudadi (49). Menurutnya sebagian besar warga tidak setuju dengan nilai UGR Rp 2.5 juta.

"Kami menolak, karena biaya pembangunan ulang lebih besar. Tidak wajar jika dihargai segitu," ujarnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar