#pencabulan#asusila

Dinas PPPA Lamtim Serahkan Penanganan Dugaan Pencabulan ke Penegak Hukum

( kata)
Dinas PPPA Lamtim Serahkan Penanganan Dugaan Pencabulan ke Penegak Hukum
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Sukadana (Lampost.co) -- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Lampung Timur menyerahkan sepenuhnya proses penanganan hukum terhadap DA yang diduga mencabuli anak di bawah umur kepada aparat penegak hukum. Status DA juga hanya sebagai anggota di UPT Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2PTP2A).  

Kepala Dinas PPPA Lamtim, Rita Witriati menjelaskan, DA yang diduga mencabuli anak di bawah umur merupakan anggota P2PTP2A. Namun, status yang bersangkutan bukan merupakan PNS atau pegawai honorer apalagi pejabat di UPT tersebut.

Dia menyatakan UPT P2PTP2A Lamtim dibentuk sejak Januari 2020. “DA statusnya bukan PNS atau pegawai honorer apalagi pejabat di UPT P2PTP2A, DA hanya sebagai anggota saja,” katanya.

Berita terkait: Kasus Pencabulan oleh Oknum P2TP2A, Polda Baru Periksa Korban

Dia menyatakan hingga kini Dpihaknya juga masih terus melakukan pendampingan terhadap NF (14) yang diduga menjadi korban pencabulan DA. Bahkan, sudah menawarkan korban untuk ditempatkan di rumah aman, namun tawaran itu ditolak korban dan keluarganya.

Rita menambahkan Dinas PPPA Lamtim sebelumnya juga pernah melakukan pendampingan terhadap NF karena diduga menjadi korban pencabulan dengan tersangka pamannya. Kini tersangka pelaku pencabulan itu sendiri sudah divonis 13 tahun penjara.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar