#PEMPROV#BUMDES#BERITALAMPUNG

Dinas PMD Optimalkan BUMDes di Lampung 

( kata)
Dinas PMD Optimalkan BUMDes di Lampung 
Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung, Zaidirina mengungkapkan akan mengoptimalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Lampung. Ia mengapresiasi sinergi yang baik antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperluas ketersediaan akses layanan jasa keuangan sampai ke seluruh kelurahan/desa melalui optimalisasi BUMDes sebagai agen Laku Pandai. 

“Pemerintah Provinsi Lampung melalui program smart village akan memaksimalkan fungsi desa guna memajukan dan menyejahterakan warga, dengan mendorong menjadi desa mandiri. Salah satunya melalui pendirian agen Laku Pandai di setiap desa. Sistem administrasi pemerintahan desa berbasis digital pada program smart village juga diharapkan dapat mendukung perkembangan layanan keuangan di desa,” ujarnya di ruang kerja, Selasa, 23 Februari 2021. 

Ia juga menjelaskan bahwa smart village merupakan upaya mewujudkan visi Gubernur Lampung, dengan kondisi yang dituju yakni smart di bidang pemerintahan desa, smart di bidang kelembagaan sosial dan budaya, smart di bidang perekonomian desa, smart di bidang teknologi perdesaan dan informasi serta bidang pengembangan kawasan perdesaan dan transmigrasi.

"Untuk rekapitulasi lokus program smart village terdiri dari 13 kabupaten yang terbagi menjadi 80 Kecamatan dan 130 Desa. Dimana penetapan lokasi sasaran program berdasarkan keputusan GUbernur NoG/71/v.12/HK?2021," kata dia.

Adapun lokasi khusus pengentasan desa tertinggal, difokuskan keenam Kabupaten yakni Tulangbawang untuk kecamatan Gunung Aji Baru dan Gedung Meneng dimana masuk dalam kategori desa sangat tertinggal, Lampung Selatan yakni di kecamatan Rajabasa yang merupakan desa dampak Tsunami, Tanggamus untuk Kecamatan Cukuh Balak dan Pematang Sawa yang masuk kategori desa sangat tertinggal, Way Kanan untuk Kecamatan Blambangan Umpu masuk kategori desa sangat tertinggal, Mesuji untuk Kecamatan Negara Batin, Pakuan Ratu, Tanjung Raya, Rawa Jitu Utara, dan Pesisir Barat untuk Kecamatan Bengkunat dan Ngaras yang masuk kategori desa sangat tertinggal. 

Sejauh ini Smart Vilage yang dibangun dan sudah berjalan yakni pertama dibangun infrastruktur teknologi informasi, pendataan, input data base berdasarkan beberapa desa khususnya di Pesawaran, Lamsel, Pringsewu dan Lamtim.

"Kedua memenuhi layanan internal pemerintahan, kabupaten, provinsi dan desa meliput kesehatan, pertanian dan keuangan daerah. Ketiga kolaborasi bersama layanan vertikal seperti keagamaan, jasa keuangan, BPKB, termasuk keamanan dan ketertiban dengan TNI dan Polri," ujar dia.

Keempat, lanjutnya, pengembangan kerja sama dengan pelaku usaha dan perguruan tinggi.

"Keberhasilan program smart village dapat dilihat dari desa maju dan mandiri, profil desa yang lengkap dan terbarukan sehingga PMD melaporkan update desa dengan profil desa yang unggul," kata Zaidirina. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar