#beritalampung#beritalampungterkini#airbersih#sumurbor

Dinas PKPCK Bangun 96 Sumur Bor dan Sumur Uji di Seluruh Lampung

( kata)
Dinas PKPCK Bangun 96 Sumur Bor dan Sumur Uji di Seluruh Lampung
Pengerjaan sumur bor dari program Dinas Permukiman, Kawasan Perumahan, dan Cipta Karya (PKPCK) Lampung di Lampung Selatan. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Permukiman, Kawasan Perumahan, dan Cipta Karya (PKPCK) pada 2022 membangun 96 titik sumur bor atau sumur uji yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Pengerjaan sumur bor atau sumur uji tersebut merupakan salah satu program untuk membantu masyarakat dalam memperoleh akses air bersih.

"Pembangunan sumur bor ini merupakan salah satu program kami, tujuannya agar masyarakat khususnya yang ada di daerah terpencil dapat menikmati akses air bersih," kata Kepala Dinas PKPCK Lampung, Thomas Edwin, Minggu, 13 November 2022.

Baca juga: 600 Atlet Bandar Lampung Siap Ikuti Porprov Lampung 

Dia merincikan pada 2022 pihaknya total mengerjakan 96 titik pembangunan sumur bor atau sumur uji. Pengerjaan tersebar di sejumlah daerah, seperti Bandar Lampung ada 12 lokasi, Lampung Barat (9), Lampung Selatan (6), Lampung Tengah (34), Lampung Timur (5), dan Lampung Utara (6).

Kemudian Mesuji 1 lokasi, Metro (3), Pesawaran (1), Pesisir Barat (6), Pringsewu (2), Tanggamus (1), Tulangbawang (7) , Tulangbawang Barat (1), dan Way Kanan (1).

"Untuk lokasi pembangunan terbanyak ada di Lampung Tengah, yakni 34 titik lokasi. Hal ini karena wilayah Lamteng cukup luas sehingga kami ingin akses keterjangkauan air bersih bisa diterima masyarakat," ujarnya.

Menurut dia, pencatatan sumur bor atau sumur uji ini bisa berubah karena dalam pengerjaan bisa saja tidak ditemukan air sehingga harus pindah ke lokasi lain. "Jadi sumur seluruhya dari air tanah permukaan. Jadi saat pengeboran dan mencapai titik tertentu tidak ditemukan air, tetap membayar upahnya saja. Itu kita jadikan sumur uji," katanya.

Dia menjelaskan dalam penentuan suatu sumur bor dikategorikan sebagai sumur uji karena pada saat proses pengeboran di kedalaman 60 sampai 80 meter tak ditemukan air. "Jadi prinsipnya sumur yang tidak dapat ditemukan air akan dilakukan pencarian titik baru dan jika memungkinkan waktu pelaksanaan sesuai dengan usulan awal," katanya.

Edwin menambahkan pihaknya menerima usul mulai dari berbagai sumber. Namun, pengusulannya harus jelas dan diketahui minimal perangkat desa, jika suatu daerah memang membutuhkan akses air yang layak.

"Usulannya bisa lewat musrenbang kabupaten/kota atau provinsi, DPRD, b pimpinan saat turun ke lapangan, atau proposal masyarakat desa dengan ditandatangani pimpinan wilayahnya," ujarnya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar