#pertanian#mesuji

Dinas Pertanian Mesuji akan Data Sawah Terdampak Kekeringan

( kata)
Dinas Pertanian Mesuji akan Data Sawah Terdampak Kekeringan
Petani didampingi Babinsa saat membasmi hama tikus di Kecamatan Mesuji Timur, Senin, 16 Agustus 2021. Lampost.co/Ridwan Anas


Mesuji (Lampost.co) --  Dinas Pertanian Mesuji akan melakukan pendataan lahan sawah yang kemungkinan terkena dampak kekeringan, Senin, 16 Agustus 2021.

Kepala Dinas Pertanian Mesuji, Pariman, menerangkan ancaman terbesar petani di musim kemarau adalah air payau.

"Masih didata karena saat ini masih ada hujan turun. Dampak kekeringan yang akan dirasakan oleh petani adalah air asin yang naik ke persawahan dan tidak bisa dialirkan ke tanaman padi," kata Pariman di kantornya, Senin, 16 Agustus 2021.

Baca juga :Ekonomi Petani Sawit di Mesuji Merangkak Naik

Menurutnya, dari 30.611 hektare luas sawah di Mesuji, lahan yang banyak terdampak air payau ada di Kecamatan Mesuji, Mesuji Timur, dan Rawajitu Utara.

"Kami menyiagakan mesin blower penyedot air. Karena, meski kemarau, tapi air masih normal dan belum payau, masih bisa digunakan," lanjut Pariman.

Saat ini, hama tikus mulai menggerogoti padi petani. Dinas Pertanian pun tengah berupaya mengimbau petani agar melakukan gerakan.

"Hama tikus memang ada di beberapa wilayah di sawah petani. Untuk membasmi perlu gerakan serentak dari semua petani agar tikus tidak terus berkembang biak," terang Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Mesuji, Halwan.

 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar