#Ternak#SapiBetina#Perikanan#Lamtim

Dinas Perikanan dan Peternakan Lamtim Optimis Target Terealisasi 100%

( kata)
Dinas Perikanan dan Peternakan Lamtim Optimis Target Terealisasi 100%
Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan pada Dinas Perikanan dan Peternakan Lamim, Patwi Kamti ditemui di ruang kerjanya, Kamis (13/9/2018) (Lampost/Djoni Hartawan Jaya)

SUKADANA (Lampost.co) – DINAS Perikanan dan Peternakan Kabupaten Lamtim optimis target sapi betina diasuransikan pada 2018 sejumlah 1760 ekor dapat terealisasi  sepenuhnya hingga akhir Desember 2018.  Pasalnya hingga Agustus 2018 saja jumlah ternak sapi betina di Kabupaten Lamtim yang  diasuransikan telah mencapai 942 ekor atau sebesar 50% lebih dari  total yang ditargetkan.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (P2P), pada Dinas Perikanan dan Peternakan, Kabupaten Lampung Timur, Patwi Kamti, kepada lampost.co, Kamis (13/9/2018) menjelaskan, pada 2018 ini Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Lamtim kembali memfasilitasi para peternak sapi atau kerbau yang ingin mengasuransikan hewan ternak mereka. 

Asuransi usaha ternak sapi atau kerbau (AUTS/K) tersebut kata Patwi, pada dasarnya memiliki keuntungan bagi para peternak terutama dalam hal perlindungan dan kelangsungan usaha. Sebab dengan diasuransikannya hewan ternak sapi atau kerbau, maka usaha yang dilakukan oleh peternak akan lebih terjamin dan berjalan dengan nyaman.

Dijelaskan oleh Patwi, untuk asuransi tersebut hewan ternak sapi atau kerbau yang diasuransikan adalah yang berjenis kelamin betina. Kamudian dalam asuransi itu  yang dijaminkan yaitu sapi atau kerbau betina,  yang mati karena penyakit, mati karena kecelakaan, mati karena beranak, hilang karena kecurian.

Untuk ternak sapi atau kerbau yang diasuransikan jika hilang dicuri akan mendapatkan penggantian Rpt juta/ekor, kemudian jika sapi atau kerbau betina mati akan mendapatkan penggantian sejumlah Rp10 juta/ekor. Namun dalam proses penggantian tersebut harus dilengkapi dengan berkas berita acara kehilangan atau kematian sapi atau kerbau itu sendiri. Sebab jika tidak dilengkapi berkas-berkas tersebut maka tidak akan mendapatkan penggantian.

Sementara ditambahkan oleh Patwi, syarat untuk ikut serta  dalam asuransi dimaksud  yaitum disamping ternak sapi atau kerbau berjenis kelamin betin, juga harus dalam kondisi  sehat serta berumur minimal satu tahun.
Selanjutnya setelah syarat itu terpenuhi peternak boleh mendaftarkan ternak sapi atau kerbau betinanya untuk ikut program asuransi tersebut. Selain mendaftar peternak juga harus membayar premi sejumlah Rp40 ribu/ekor per tahun. 

Peternak hanya membayar premi sejumlah Rp40 ribu/ekor per tahun tersebut, karena mendapatkan subsidi dari pemerintah sejumlah Rp160 ribu/ekor per tahun. Sebab jika tidak mendapatkan subsidi jumlah premi yang dibayarkan seharusnya adalah Rp200 ribu/ekor per tahun. “Jadi karena mendapat subsidi Rp160 ribu, maka peternak hanya membayar sejumlah Rp40 ribu/ekor per tahun,” kata Patwi.

Ditambahkan juga oleh Patwi, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Lamtim sendiri sangat optimis jika program AUTS dengan target sejumlah 1760 ekor sapi atau kerbau diasuransikan pada 2018 ini dapat terealisasi 100%.  

Pasalanya hingga Agustus 2018 ini saja jumlah ternak sapi atau kerbau  di Lamtim yang sudah diasuransikan telah mencapai 942 ekor. “Kalau melihat jumlah ternak sapi atau kerbau yang sudah diasuransikan hingga Agustus 2018 yang mencapai 942 ekor itu kami optimis target sapai atau kerbau diasuransikan sejumlah 1760 ekor pada 2018 ini dapat terealisasi 100%,” kata Patwi.

 

 

 

Joni Hartawan



Berita Terkait



Komentar