#Dinas#Pemberdayaan#Perempuan#Lamsel

Dinas Pemberdayaan Perempuan Lamsel Kini Miliki UPT

( kata)
Dinas Pemberdayaan Perempuan Lamsel Kini Miliki UPT
Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Lampung Selatan Rini Ariasih. (Lampost.co/Juwantoro)

KALIANDA (Lampost.co) -- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPP dan PA) Kabupaten Lampung Selatan kini telah memiliki ruangan untuk unit pelayanan terpadu (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak.

Kepala Dinas PP dan PA Lampung Selatan Rini Ariasih mengatakan UPT Perlindungan Perempuan dan Anak itu ada sejak tahun 2018 ini.

"Di kantor UPT ini kita menyediakan advokat dan Pisikolog untuk membantu dalam memproses laporan terhadap kasus yang melibatkan anak-anak,"ujarnya ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/10/2018).

Lebih lanjut dia, menyampaikan sepanjang berdirinya UPT tersebut, pihaknya telah menerima laporan kasus yang melibatkan anak-anak sebanyak 28 kasus pengaduan. Sementara, yang telah ditangani hingga selesai atau hingga putusan persidangan ada sekitar 20-an kasus.

"Semuanya laporan kita tindaklanjuti, baik anak-anak itu berstatus sebagai korban maupun sebagai tersangka,"katanya.

Dia menambahkan, metode kerja yang dilaksanakan oleh pihak UPT terkait, dimulai dari saat menerima laporan masuk, melakukan asisment psikologi oleh psikolog hingga dengan pendampingan hukum oleh advokat.

"Jadi, UPT bersama psikolog dan advokad melakukan penjangkauan kepada korban. Psikolog memberikan motivasi sebagai upaya  penghilangan rasa trauma korban. Termasuk berkoordinasi dengan pihak sekolah, supaya korban tidak di olok-olok (dibuly,red) apabila yang bersangkutan masih mengenyam bangku pendidikan. Sedangkan, advokat akan mendamping mulai dari proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP)  pihak kepolisian sampai dengan selesai proses persidangan,"tambahnya.

Mantan Kadis Pertanian Lampung Selatan itu, mengungkapkan faktor lingkungan masih menjadi penyebab utama lahirnya kasus yang melibatkan anak. Kemudian, korban dari faktor ekonomi, sumber daya manusia (SDM) rendah dan faktor anak yang berkebutuhan khusus.

"Untuk daerah-daerah yang masuk dalam penyebaran kasus yang melibatkan anak yakni Kalianda, Bakauheni, Natar dan Palas. Utamanya, daerah yang heterogen,"ungkap Rini.

Dia berharap, ke depan pihaknya akan menambahkan tenaga pendamping untuk memaksimalkan kinerja jajaran UPT Perlindungan Perempuan dan Anak yang berada di kantor Dinas PP dan PA Lamsel.

"Tahun depan, kita akan tambah tenaga pendamping. Kalau tahun  2018  ini kita masih memaksimalkan yang ada,"katanya.

 

 

Juwantoro



Berita Terkait



Komentar