#IRIGASI#BERITAMETRO

Dinas Lingkungan Hidup Metro Minta SPBU Bersihkan Sisa Solar pada Saluran Irigasi

( kata)
Dinas Lingkungan Hidup Metro Minta SPBU Bersihkan Sisa Solar pada Saluran Irigasi
Saluran irigasi Tejoagung terlihat masih tercemar oleh BBM jenis solar. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro meminta pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Cahaya Hartawan untuk membersihkan sisa solar yang tergenang di saluran irigasi Tejoagung, Metro Timur. 

Menurut pantauan Lampost.co, usai kerusakan mesin penyedot BBM yang mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan terutama terhadap saluran irigasi mulai dari depan SPBU hingga kurang lebih 800 meter jauhnya yang mengalir di Way Batanghari. Dalam pantauan di beberapa titik masih terdapat genangan diduga BBM jenis solar yang terdapat di beberapa titik saluran irigasi tersebut. 

Kabid Penataan dan Pentaatan Lingkungan Hidup, Ansori, mengatakan usai mengetahui SPBU tersebut sudah beroperasi, pihaknya langsung terjun dan mengecek kondisi salah satu mesin yang rusak. 

"Tadi saya sudah datang ke SPBU. Sudah bertemu dengan pihak manajemen juga. Nah, yang menjadi perhatian kami itu soal limbah solar yang masih menggenangi saluran irigasi itu. Tapi kami sudah minta untuk pihak SPBU melakukan penyedotan sisa solar itu," kata dia melalui telepon, Kamis, 3 Juni 2021. 

Ansori menjelaskan berdasarkan pengakuan pihak SPBU tumpahan BBM jenis solar ini diakibatkan oleh salah satu mesin yang alatnya rusak. Sehingga mengakibatkan solar yang seharusnya kembali lagi ke dalam tangki justru malah tumpah keluar. 

"Menurut pengakuannya, ada klep yang sudah aus. Itu sudah sekitar delapan tahunan belum diganti," ujarnya. 

Ansori menambahkan, pihaknya juga telah melakukan pengecekan di sepanjang saluran irigasi yang tercemar oleh BBM jenis solar tersebut. Oleh karena itu, pihaknya meminta pihak SPBU untuk sesegera mungkin membersihkan supaya tidak mencemari lingkungan sekitar. Menurutnya, kebocoran BBM jenis solar ini bukan karena kelalaian pihak SPBU, melainkan faktor ketidaksengajaan yang mengakibatkan pencemaran lingkungan. 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen SPBU belum dapat diminta keterangan. Bahkan, saat wartawan Lampost.co mendatangi lokasi SPBU yang bersangkutan sedang tidak ada di kantor.

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar