#bandarlampung#cekpangan#nataru

Dinas Ketahanan Pangan Kota Cek Pangan Tidak Layak

( kata)
Dinas Ketahanan Pangan Kota Cek Pangan Tidak Layak
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bandar Lampung Kadek Sumarta. Dok.

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Ketahanan Pangan Bandar Lampung akan menggelar kegiatan pengecekan terhadap pangan di sejumlah pusat perbelanjaan yang ada di Kota Tapis Berseri. Kegiatan untuk mengantisipasi adanya barang dagangan yang tidak layak dan diperjualbelikan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).  

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bandar Lampung Kadek Sumarta mengatakan pihaknya akan mengecek langsung terutama pada swalayan yang ada. “Besok, rencananya kami akan mengecek langsung ke lapangan, seperti biasa targetnya adalah pusat-pusat perbelanjaan terlebih menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 ini. Sebab, dikhawatirkan akan adanya barang tidak layak namun tetap diperjualbelikan,” ujarnya, Minggu, 8 Desember 2019.

Menurut dia, pengawasan terhadap perlindungan konsumen harus tetap digalakkan. Langkah pencegahan perlu dilakukan pengecekan di tingkat pasar tradisional maupun modern.

“Hal ini telah diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan, dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri, mengangkat harkat, dan martabat konsumen dengan cara menghindarkannya dari ekses negatif pemakaian barang dan/atau jasa, meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih, menentukan, dan menuntut hak-haknya sebagai konsumen,” katanya.

“Menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses untuk mendapatkan informasi, menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan konsumen. Dengan demikian, tumbuh sikap jujur dan bertanggung jawab dalam berusaha, meningkatkan kualitas barang dan/atau jasa yang menjamin kelangsungan usaha produksi barang dan/atau jasa, kesehatan, kenyamanan, keamanan, dan keselamatan konsumen,” ujarnya.

Terkait stok pangan menjelang Nataru, pihaknya menegaskan sampai saat ini terbilang masih dalam kondisi aman, bahkan diprediksi akan aman sampai setelah Natal.

“Stok pengan menjelang Natal dan Tahun Baru sampai detik ini diprediksi aman, hanya yang kami antisipasi adalah peralihan musim dari panas ke hujan seperti saat ini,” katanya.

Menurut dia, jika dalam peralihan musim ini cuaca terbilang ekstrem, akan berpengaruh juga terhadap distribusi pangan baik dari Jawa ke Lampung maupun sebaliknya.

“Mudah-mudahan musim ini tidak terlalu ekstrem sehingga proses distribusi dari Jawa ke Lampung maupun sebaliknya lancar. Diprediksi jika sepanjang musim ini tidak ekstrem sekali, distribusi aman. Mudah-mudahan sepuluh kebutuhan pokok stabil sampai Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

Bahkan untuk beberapa kebutuhan pangan yang kerap naik seperti telur, sampai saat ini masih terbilang normal di pasaran. Jika terjadi kenaikan, hal itu hal biasa, apabila menjelang hari perayaan, seperti Natal, Idulfitri, dan Iduladha maupun Tahun Baru.

“Untuk telur saat ini belum ada kenaikan harga tapi jika biasanya menjelang Natal ada kenaikan. Namun, itu masih dalam hal yang wajar naik 1.000 sampai 2.000 per kg,” katanya.

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

<<<<<<< .mine
loading...
||||||| .r621
loading...
=======
>>>>>>> .r624

Komentar