#Covid-19Indonesia#ppkmdarurat

Diminta Awasi Aturan Makan 20 Menit, Ini Tanggapan Polisi

( kata)
Diminta Awasi Aturan Makan 20 Menit, Ini Tanggapan Polisi
Ilustrasi warteg/MI/Pius Erlangga.


Jakarta (Lampost.co) -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, dan Polri mengawasi aturan pengunjung makan di warung tegal (warteg) dan sejenisnya maksimal 20 menit. Polisi mengatakan pengawasan dilakukan dalam segala hal.

 

"Kita masih terus melakukan operasi yustisi kegiatan patroli woro-woro," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 27 Juli 2021.

Namun, Yusri menegaskan polisi tidak mengawasi orang makan. Sebab, jumlah personel tidak mencukupi untuk memelototi setiap rumah makan yang ada di DKI Jakarta.

"Masa mengawasi orang makan. Kalau mengawasi warungnya ada 1.000, terus TNI-Polri nungguin 1.000-nya orang makan. Satu, dua, lima menit habis semua polisi lama-lama," ujar Yusri.

Dia mengatakan polisi mengimbau warga Jakarta mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemeritah selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4. Waktu makan 20 menit di warteg dan lainnya harus dipatuhi.

"Kita mengharapkan teman-teman yang dibolehkan itu bisa taat juga, dia punya konsumen pelanggan mengingatkan. Jadi, sama-sama kita sinergitas antara masyarakat, aparat pemerintah daerah," ungkap Yusri.

Sinergitas dinilai sangat diperlukan dalam menyukseskan PPKM level 4. Dengan begitu, angka covid-19 di Ibu Kota terus mengalami penurunan.

Tito Karnavian meminta Satpol PP, TNI, dan Polri mengawasi aturan pengunjung makan di warteg dan sejenisnya maksimal 20 menit untuk memastikan aturan itu bisa tegak. Polisi diminta menegakkan aturan mulai dari persuasif, pencegahan, sosialisasi, sampai ke langkah-langkah koersif.

"Dengan cara-cara yang santun dan tidak menggunakan kekuatan yang berlebihan," kata Tito, Senin, 26 Juli 2021.

Winarko







Berita Terkait



Komentar