#puso#gagalpanen#petanijagung#beritalamsel

Dilanda Kekeringan, Puso Pupuskan Harapan Petani Jagung di Bumidaya

( kata)
Dilanda Kekeringan, Puso Pupuskan Harapan Petani Jagung di Bumidaya
Salah satu warga melihat kondisi tanaman jagung milik petani di Desa Bumidaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, yang rusak akibat kekeringan. Lampost.co/Armansyah

KALIANDA (Lampost.co) -- Hamparan areal perkebunan tanaman jagung milik petani di Desa Bumidaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, begitu sangat gersang dan kering, Kamis, 19 September 2019, siang. Tanaman jagung diatas lahan seluas sekitar 0,5 hektare itu nampak tak diurus oleh pemilknya.

Betapa tidak, tanaman jagung yang mestinya sudah keluar tongkol pada jagung itu, namun satupun tidak keluar karena dilanda kekeringan. Bahkan, pada batang tanaman jagung terlihat kerdil karena kekurangan air.

Tidak jauh dari areal itu, nampak seorang pria yang berposter tubuh tinggi. Pria itu adalah Winarya (38) yang merupakan penggarap lahan tanam jagung tersebut. Dia mengaku sejak beberapa pekan terakhir dirinya enggan merawat tanaman jagung miliknya itu.

"Ya, saya yang garap lahan itu. Tapi, sekarang saya biarkan saja, mas. Gimana enggak, udah lama sekali enggak turun hujan. Saya sudah enggak ada lagi modal buat mengairi tanaman jagung saya," kata dia.

Dia mengaku dari tanaman jagung miliknya itu ia telah mengeluarkan modal sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta. Lantaran tidak memiliki modal, tanaman jagung diatas lahan seluas 0,5 hektare dibiarkan kerdil dan tak terurus.

"Ya, biarin saja mas. Kalau mau dipaksakan juga modal sudah enggak ada lagi. Sumur bor pun kami enggak punya. Kami hanya bisa pasrah. Kalaupun ada hujan, saya rasa tidak akan produksi lagi," kata dia.

Dia mengaku saat ini dirinya lebih memilih untuk menganggur ketimbang mengurus tanaman jagung itu. "Ya, menganggur aja, mas. Paling kalau ada pekerjaan buruh bangunan dulu. Itupun kalau ada," kata dia.

Armansyah



Berita Terkait



Komentar