#pln#listrik#beritalampura

Dikenai Biaya Tambahan, Pelanggan Baru PLN di Lampura Mengeluh

( kata)
Dikenai Biaya Tambahan, Pelanggan Baru PLN di Lampura Mengeluh
Ilustrasi. Foto: Google Images

Kotabumi (Lampost.co): Masyarakat di wilayah Kabupaten Lampung Utara mengeluhkan pelayanan bagi pelanggan baru PT PLN (Persero). Para pelanggan mengaku harus mengeluarkan biaya lebih untuk pemasangan sambungan baru listrik. 

Oni, salah satu warga Kotabumi mengatakan PLN area Kotabumi menetapkan biaya tambahan bagi pelanggan baru. Masyarakat masih harus menambah pembelian beberapa material listrik secara pribadi.

"Biaya pasangan baru itu Rp1.218.000. Kami hanya mendapatkan NSB, kWh dan nomor kontrak. Sedangkan untuk kabel, servis klaim, dan tap konektor, pelanggan harus membeli/membayarnya sendiri. kata PLN, stok material digudang mereka sedang kosong," kata Oni, Senin, 6 Januari 2020.

Oni mengatakan saat ia memprotes adanya biaya tambahan, petugas PLN mengklaim hal itu sesuai dengan arahan atasan yakni jajaran direksi PLN area Bumi Nabung dan Kotabumi, meliputi, Lampung Utara, Lampung Barat, Mesuji, Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Way Kanan.

"Setahu kami dari pengalaman sebelumnya, itu pelanggan tidak dikenai biaya. Tapi ini tidak kira-kira. Kemarin saya masang pada Oktober lalu. Bahkan itu hampir merata diseluruh kabupaten, lingkup area atau kantor cabang PT PLN Kotabumi," kata dia.

Saat Lampost.co mengonfirmasi salah satu petugas PLN yang enggan disebutkan namanya, mengatakan hal itu terjadi akibat permasalahan bobolnya gudang material PLN area Kotabumi. Namun sengaja ditutupi dengan memberlakukan pengenaan biaya tambahan kepada pelanggan baru untuk beberapa item material yang diperlukan.

"Info dikantor (PLN cabang rayon) stok kosong. Jadi terpaksa dibebankan kepada pelanggan," ujar dia.

Dia mengatakan kekosongan stok material PLN tersebut terjadi sejak September 2019. "Permasalahan kebobolan oleh pencuri. Bahkan isunya kepala gudang di non-jobkan oleh pimpinan cabang, serta dimintai pertanggungjawaban mengganti material yang hilang tersebut. Dengan konsekuensi tidak dilaporkan ke pihak kepolisian," katanya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar