#proyek#infrastruktur#nelayan

Dikeluhkan Nelayan, Pemecah Ombak di Tanggamus Diklaim Lolos Studi Kelayakan

( kata)
Dikeluhkan Nelayan, Pemecah Ombak di Tanggamus Diklaim Lolos Studi Kelayakan
Bangunan dermaga pemecah ombak (breakweter) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan, Kecamatan Kotaagung, Tanggamus. Lampost.co/Rusdy Senapal


Kotaagung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung telah membangun breakwater alias pemecah ombak di Pelabuhan Perikanan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus. Pembangunan itu dilakukan guna melindungi kawasan pantai dari ancaman erosi. 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung, Liza Derni menjelaskan, breakwater berfungsi menghancurkan energi gelombang laut atau ombak sebelum mencapai garis pantai. 

"Proses pembangunan breakwater di Pelabuhan Perikanan Kotaagung ini sudah melalui proses studi kelayakan alias Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED)," kata dia, Selasa, 12 April 2022.

Baca: Nelayan Keluhkan Bangunan Dermaga Pemecah Ombak di TPI Kotaagung Tanggamus

 

Sayangnya, Liza belum berkenan menanggapi keluhan nelayan yang menilai posisi breakweter itu terlalu rendah dan pendek.

Diberitakan sebelumnya, nelayan mengeluhkan bangunan breakweter  dengan model tiang pancang sepanjang 36 meter dan lebar 2,25 meter tersebut. Mereka menilai, bangunan itu tidak dapat mengurai dan menenangkan terjangan gelombang di pelabuhan. Padahal, pembangunan dermaga itu menghabiskan dana sebesar Rp3,835 miliar pada 2021 lalu.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar