padi

Diguyur Hujan Deras, Tanaman Padi di Palas Terendam Banjir

( kata)
Diguyur Hujan Deras, Tanaman Padi di Palas Terendam Banjir
Beberapa bocah sekolah dasar bermain air tidak jauh dari lahan persawahan milik petani yang terendam banjir di Dusun Muarabadas, Desa Bangunan, Kecamatan Palas, Lamsel, Senin, 25 Januari 2021. (Lampost.co/Armansyah)


Kalianda (Lampost.co) -- Diguyur hujan deras pada Minggu, 24 Januari 2021 dini hari, ratusan hektare tanaman padi milik petani di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, terendam banjir. Petani khawatir tanaman padi yang baru ditanam akan rusak akibat meluapnya sungai Way Pisang.

Ketua Kelompok Tani Subur Makmur Desa Bangunan, Biahdi mengatakan hujan yang mengguyur kemarin mengakibatkan tanaman padi seluas 10 hektare terendam banjir. Padahal umur tanaman padi berkisar satu hingga 15 hari setelah tanam (HST). 

"Kalau di kelompok kami ada seluas sekitar 10 hektare yang terendam banjir. Tanaman padi yang terendam banjir mayoritas baru saja tanam. Paling yang sudah lama umur sekitar 15 HST. Banjir ini karena Sungai Way Pisang meluap," kata dia, Senin, 25 Januari 2021.

Hal senada diungkapkan, Evan Herlambang, petani asap Desa Palaspasemah. Dia mengatakan lahan seluas 0,5 hektare yang digarapnya terendam banjir. Banjir itu merupakan kiriman dari Desa Palasaji karena ada kerusakan pintu air. 

"Usia tanaman sudah 10 HST. Penyebab banjir disini karena kiriman dari Desa Palasaji ada pintu air yang rusak. Mau enggak mau lahan kami juga ikut terendam banjir," kata dia. 

Sementara itu, Plt. Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Palas, Tarmijan mengatakan pihaknya sementara baru menerima laporan seluas 365 hektare yang terendam banjir. Usia tanaman padi bervariasi berkisar satu hingga 25 HST. 

"Banjir ini karena hujan yang mengguyur pada Minggu 25 Januari 2021 kemarin. Tapi, sekarang sudah berangsur-angsur surut. Enggak tahu juga kalau hujan deras lagi, bisa-bisa nambah lagi," kata dia. 

Tarmijan mengatakan lahan persawahan yang terendam banjir tersebar di enam desa, yakni Desa Sukaraja 20 ha, Sukabakti 120 ha, Bangunan 30 ha, Pematangbaru 120 ha, Palasaji 30 ha, Palaspasemah 7 ha, dan Sukamulya 38 ha. 

"Tanaman padi yang banjir ini ada yang ketinggian rendah dan sedang. Dengan usia yang masih mudah, tentu cukup mengkhawatirkan akan rusak tanaman. Ya, Mudah-mudahan banjir bisa secepatnya surut," kata dia.

 

Ricky Marly







Berita Terkait



Komentar