#SertifikatTanah#Elektronik

Diganti Elektronik, BPN Pastikan Sertifikat Tanah Lama Tak Ditarik

( kata)
Diganti Elektronik, BPN Pastikan Sertifikat Tanah Lama Tak Ditarik
Fungsional Pendaftaran Hak Tanah Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN Lampung Selatan Sholin Aritonang. Juwantoro


Kalianda (Lampost.co) -- Program sertifikat tanah elektronik dipastikan akan dimulai tahun ini. Namun demikian BPN tidak akan menarik sertifikat lama yang telah dipegang masyarakat.

Sebelumnya beredar kabar bahwa akan ada penarikan sertifikat lama secara besar-besaran karena akan diganti dengan sertifikat tanah elektronik. Kabar tersebut membuat masyarakat resah karena dikhawatirkan sertifikat miliknya akan disalahgunakan atau hilang.

Fungsional Pendaftaran Hak Tanah Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Lampung Selatan,  Sholin Aritonang mengatakan penerapan sertifikat secara online merupakan rencana lama. Namun, baru akan diterapkan tahun 2021 ini melalui Peraturan Menteri ATR/BPN No.1/2021.

"Permen ATR/BPN No.1/2021 ini pun baru di Undang-kan atau didaftarkan ke Kemenkumham pada 15 Januari 2021 lalu," ujar dia, Senin, 8 Febuari 2021.

Ia menegaskan pelaksanaan sertifikat elektronik itu tidak serta-merta dengan menarik sertifikat lama yang telah diserahkan kepada masyarakat. Nantinya pihak BPN hanya men-scan semua arsip-arsip yang memiliki markah yang ada semisal KTP, sporadik, dan lain sebagainya.

"Semua arah pelayanan di BPN itu akan elektronik. Tapi tidak dengan cara menarik atau secara door to door meminta sertifikat kepada masyarakat. Menteri belum ada kebijakan untuk menarik semua sertifikat," jelasnya.

Sholin pun menyatakan kemungkinan untuk wilayah Lampung belum menerapkan sertifikat elektronik. Sebab, baru beberapa daerah yang menjadi pilot project diantaranya DKI Jakarta dan daerah di Jawa Timur. Sedangkan, di Sumatera hanya Bangka Belitung.

"Untuk wilayah Lampung belum ada sosialisasi lebih lanjut. Karena kami memang belum ditunjuk sebagai pilot project," katanya.

Sementara itu Kepala Desa Kedaung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, Edi Kuswanto menyatakan rencana program sertifikat tanah elektronik membuat resah masyarakat di Kecamatan Sragi. Sebab, ada informasi sertifikat tanah akan dilakukan penarikan dari masyarakat.

"Iya, program sertifikat tanah elektronik buat resah. Masa iya sertifikat milik warga akan ditarik diganti elektonik. Masyarakat kan jadi takut nanti sertifikatnya bisa hilang," ujar.

Winarko







Berita Terkait



Komentar