#tanah

Diduga Serobot Lahan, Puluhan Warga Laporkan Pengembang Perumahan di Desa Waysari Lamsel

( kata)
Diduga Serobot Lahan, Puluhan Warga Laporkan Pengembang Perumahan di Desa Waysari Lamsel
Puluhan warga mendatangi perumahan di Desa Waysari dan meminta pengembang perumahan mengembalikan lahan kepemilikannya berdasarkan sertifikat sah yang diakui BPN, Kamis, 31 Maret 2022. (Lampost.co/Febi Herumanika)


Kalianda (Lampost.co) --  Puluhan warga Kecamatan Natar kembali mendatangi perumahan yang baru dibangun di Desa Waysari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan (Lamsel). Sejumlah warga itu mengklaim pengembang perumahan telah menyerobot lahan milik Tugiono yang dikuasakan kepada warga untuk digarap menjadi lahan pertanian. 

Klaim warga atas dasar surat sah yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lamsel pada 2003, sedangkan sertifikat lahan yang digunakan pengembang untuk membangun perumahan terbit pada 2012.

"Surat-surat kami lengkap. Jadi, di sini ada unsur penyerobotan, ada dugaan unsur mafia tanah juga di sini. Karena kami sampai sekarang masih bayar pajak atas tanah ini," kata perwakilan pemilik lahan, Rudy Malfin Candra, di lokasi, Kamis, 31 Maret 2022.

Menurutnya, pemerintah desa Waysari juga mengakui tanah warga memang berada di lokasi yang dibangun perumahan tersebut. Candra pun menyatakan pihak BPN juga sudah melakukan pengecekan dan mengakui lahan milik warga. 

"Akan saya laporkan ke polda atas penyerobotan ini. Berarti sertifikat kami ini ditimpa jadi tumpang tindih. Kami minta pengembang mengembalikan tanah ini berdasarkan surat sah atau asli," ujar Candra.

Baca juga: Perumahan Lamban Bhayangkara Keluhkan Tidak Adanya Fasum dan Fasos dari Pengembang

Di sisi lain, Rosat, calon konsumen perumahan, mengaku kecewa lantaran kepemilikan lahan dari perumahan itu tidak jelas. 

"Melihat kualitas juga kurang bagus sudah banyak hancur, jadi saya batalkan saja. Belum lagi ada warga yang mengaku tanahnya diserobot," kata Rosat.

Wartawan Lampost.co mencoba mengonfirmasi pihak pengembang perumahan. Namun, tidak ada pihak pengembang di lokasi perumahan yang dapat ditemui. Menurut warga sekitar, sejak awal berdirinya ratusan bangunan tersebut, pengembang perumahan tersebut tidak memiliki kantor di kecamatan Natar. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar