#Pringsewu

Diduga Selingkuh, Kakon Karangsari di Pringsewu Digerebek Warga 

( kata)
Diduga Selingkuh, Kakon Karangsari di Pringsewu Digerebek Warga 
Polisi mengamankan kepala pekon dan selingkuhannya yang diduga berselingkuh untuk menghindari aksi massa, Senin, 6 Desember 2021 pukul 23.30 WIB. Lampost.co/Widodo


Pringsewu (Lampost.co) --  Kepala Pekon (Kakon) Karangsari, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, berinisial SO (49) digerebek warga atas dugaan telah berselingkuh dengan warganya berinisial KW (33), yang juga bekerja di pekon tersebut, Senin, 6 Desember 2021 sekitar pukul 23:30 WIB. Penggerebekan tersebut langsung menghebohkan warga setempat. Apalagi sejumlah warga merekamnya dan langsung menyebar ke medsos.

Dalam rekaman tersebut terlihat oknum Kakon digerebek warga saat berada di rumah selingkuhannya KW di Pekon Karangsari, Senin malam. Kedua orang yang berselingkuh ini ternyata sama-sama sudah memiliki pasangan hidup. Usai digerebek warga, oknum Kakon langsung ditangkap ke Polsek Pagelaran. 

Kapolsek Pagelaran Iptu Hasbulloh membenarkan pihaknya telah melakukan evakuasi terhadap dua orang yang terdiri dari seorang oknum kepala Pekon berinisial SO dan seorang ibu rumah tangga berinisial KW yang sempat digerebek warga atas dugaan perselingkuhan.

"Khawatir diamuk warga, sehingga polisi langsung mengamankan keduanya," kata Kapolsek Iptu Hasbulloh di Mapolsek,  Selasa, 7 Desember 2021.

Ia menjelaskan pengamanan oknum kakon dan seorang selingkuhannya berlangsung sekitar pukul  23.30 WIB. Polisi langsung mengevakuasi dua oknum tersebut demi menghindari aksi massa.

Kapolsek menyatakan awalnya petugas sempat kesulitan melakukan evakuasi karena banyaknya warga yang ada di TKP. Namun, akhirnya evakuasi bisa dilakukan setelah petugas memberikan arahan.

"Alhamdulillah dengan pendekatan yang dilakukan petugas, pelaku selingkuh bisa segera diamankan dan terhindar main hakim sendiri," ujar Hasbulloh.

Baca juga: Oknum Polisi Mesum Digerebek Bersama Selingkuhan

Kapolsek menjelaskan terhadap kasus tersebut aparat akan tetap melakukan langkah hukum sesuai fakta hukum di lapangan. Menurutnya, saat ini semua masih dalam proses pemeriksaan.

"Kami berpegang teguh pada fakta hukum. Jika terbukti, maka kami proses hukum. Namun, jika memang tidak terbukti, ya kami tidak bisa memaksakan tentunya," ungkap Kapolsek Iptu Hasbulloh.

Menurutnya, kasus perselingkuhan masuk kategori  delik aduan. Dengan demikian, polisi masih menunggu laporan dari pihak yang merasa dirugikan. 

"Kalau ada yang dirugikan tentunya akan ada yang melapor ke polisi," ungkapnya.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar