#pengadilan

Diduga PHK Sepihak, Dua Guru di Natar Gugat Yayasan

( kata)
Diduga PHK Sepihak, Dua Guru di Natar Gugat Yayasan
Ilustrasi Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Diduga diberhentikan secara sepihak dan tanpa surat peringatan, dua guru SMP swasta mengajukan gugatan perselisihan hubungan kerja ke PN Kelas IA Tanjungkarang.

Kedua penggugat yakni Eko Susanto (38) dan Devi Sariana. Warga Natar, Lampung selatan, itu menggugat Yayasan Badrullah Latif (YBL) Natar. Perkara terdaftar dengan nomor perkara, 5/Pdt.Sus-PHI/2022/PN Tjk

Dalam petitum gugatan, keduanya meminta majelis hakim mengabulkan gugatan penggugat.

Kuasa hukum penggugat, Romalah Sembiring menjelaskan, perbuatan tergugat memberhentikan keduanya melalui surat pertanggal 29 November 2021 secara sepihak dinilai bertentangan dengan peraturan pemerintah nomor 35 tahun 2021 tentang PKWT, Alih Daya, Waktu Kerja dan waktu istirahat, dan PHK pasal 40 ayat (1), (2), (3), dan ayat (4) sehingga batal demi hukum.

Menghukum tergugat membayarkan kepada penggugat dua kali ketentuan peraturan pemerintah nomor 35 tahun 2021 tentang PKWT, Alih Daya, Waktu Kerja dan waktu istirahat, dan PHK pasal 40 ayat (1), (2), (3), dan ayat (4)  dengan besaran pesangon untuk penggugat satu dan dua yakni Rp 222.631.950

Kemudian, menghukum tergugat membayarkan upah proses penyelesaian perselisihan pemutusan hubungan kerja selama lima bulan gaji pokok terhitung sejak Desember 2021 sampai dengan April 2022 yakni, Rp35.655.000

"Gugatan telah dibacakan," ujar Romalah Sembiring di persidangan, Selasa, 8 Maret 2022.

Sidang selanjutnya akan dilanjutkan pada 16 Maret 2022, dengan mendengar jawaban tergugat.

Menurut Romalah, sebelum mengajukan gugatan, kliennya sudah berkoordinasi dengan Disnaker Lampung Selatan, namun hasil mediasi tak ada hasil. Pemutusan tersebut pun menurutnya tanpa adanya upaya peringatan pertama atau kedua terlebih dahulu.

Alasan PHK pun dinilai janggal, yakni dengan alasan telah mencampuri urusan keluarga Yayasan dengan mengeluarkan surat Pemutusan Hubungan Kerja dengan nomor 112/YBL/SK/XI/2021 yang ditanda tangani oleh ketua Yayasan Badrullah Latif ( YBL) Natar A. Syoffian Caropeboka

"Sudah empat kali mediasi, tapi enggak pernah datang. Makanya anjuran dari Disnaker ajukan gugatan," paparnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar