#netralitasasn#pilkada#beritapesawaran

Diduga Mendukung Salah Satu Paslon, THLS Kecamatan Kedondong Dipanggil Panwascam

( kata)
Diduga Mendukung Salah Satu Paslon, THLS Kecamatan Kedondong Dipanggil Panwascam
Ketua Panwascam Kedondong Farizal. Lampost.co/Putra


Pesawaran (Lampost.co): Mendukung salah satu pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati, salah satu Tenaga Harian Lepas Sukarela (THLS) kantor Kecamatan Kedondong dipanggil Panwascam Kedondong.

Ketua Panwascam Kedondong Farizal menegaskan staf THLS tersebut telah dipanggil oleh pihaknya untuk dimintai keterangan terkait dugaan dukungan yang dilakukannya.

"THLS atas nama Fathul Huda sudah kita panggil untuk dimintai keterangan, dan dirinya mengakui bahwa foto yang di posting dihalaman Facebook milik pribadinya, bersama salah satu calon bupati tersebut. Dia sendiri yang mengunggah di Facebook dalam keadaan sadar, tidak ada yang membajak," jelasnya, Minggu, 1 November 2020.

Setelah mendapatkan keterangan tersebut, lanjutnya, pihaknya akan melakukan kajian awal dengan adanya postingan foto itu, apakah ada pelanggaran yang dilakukan oleh staf THLS tersebut.

"Kami masih melakukan kajian awal untuk registrasi dan akan kita plenokan dulu, pasal berapa yang dilanggarnya dan hasil dari kajian nanti kami rekomendasikan ke Pemda melalui Bawaslu Kabupaten Pesawaran," kata dia.

Dirinya mengingatkan bagi staf THLS yang mendapatkan gaji dari negara dilarang berpolitik praktis, staf THLS masuk kategori pelayan publik yang diikat dengan UU Nomor 53 Tahun 2010. 

“Staf THLS tetap tidak boleh berpolitik praktis. Mereka harus bekerja sesuai tupoksi dalam memberikan pelayanan publik dan dilarang menjadi timses salah satu kandidat, serta ikut dalam mengampanyekan salah satu kandidat baik lisan atau tulisan di media sosial maupun spanduk. Itu akan tetap kita pantau," kata dia.

Sementara itu, Camat Kecamatan Kedondong Minak Yakin, membenarkan bahwa Fathul Huda sebagai THLS di kecamatan sebagai staf Kasubag Umum.

"Iya memang benar dia sebagai THLS di kantor kecamatan dan kita juga sudah memberikan pemahaman dan menegurnya agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi," pungkasnya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar