PengerukanPasirGunungKratauSebesi

Diduga Kapal Penyedot Pasir Kembali Dekati GAK dan Sebesi

( kata)
Diduga Kapal Penyedot Pasir Kembali Dekati GAK dan Sebesi
Sebuah kapal penyedot pasir yang hendak beraksi, Sabtu malam 23 November 2019. Dok.lampost.co/istimewa


KALIANDA (Lampost.co) -- Upaya oknum tak bertanggung jawab yang hendak menyedot pasir di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK), dan Pulau Sebesi tak pernah usai.

Padahal sebelumnya, PT Lautan Indah Persada sudah ditolak mentah-mentah oleh warga, dan juga ditentang oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

Namun, dikabarkan ada sebuah kapal penyedot pasir yang hendak beraksi, Sabtu 23 November 2019, malam. Dalam video yang berhasil direkam warga, kapal tersebut berjarak 2,5 mil dari bibir pantai.

Dari hasil pantauan warga dan LSM, kalap tersebut bernama KM. MEHAD 1 dalam keadan menyala dan kondisi masih hidup diduga sedang melakukan penyedotan pasir hitam.

"Masyarakat Pulau Sebesi dan Himpunan masyarakat Adat menolak dengan tegas adanya aktivitas penyedotan pasir hitam diselat sunda sekitar GAK dan Pulau Sebesi, dikarenakan akan berdampak sudah pernah dirasakan sebagian masyarakat di beberapa Desa khususnya di Kecamatan Rajabasa terkena bencana tsunami akibat patahan atau longsorang Gunung Anak Krakatau (GAK) pada 22 Desember 2018," ujar Ruslando dari SM Amak Lamsel, Sabtu 23 November 2019.

Belum diketahui apakah kapal tersebut merupakan kapal milik LT LIP, yang masih mencoba menyedot pasir di sekitaran kawasan Gunung Anak Krakatau, namun warga menolak serta meminta aparat dan pemerintah bertindak.

"Kami menolak keras pengerukan penyedotan pasir hitam di sekitar Gunung Anak Krakatau apalagi di tangkapan zona nelayan akan rusak terumbu karang, hilangnya ikan dan abrasi, serta longsornya Krakatau berakibat tsunami," tegasnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar