#Kejahatan#Pencabulan#Asusila

Diduga Cabuli Siswi, Pemuda di Gedungaji Ditangkap

( kata)
Diduga Cabuli Siswi, Pemuda di Gedungaji Ditangkap
Tersangka pencabulan anak di bawah umur saat diamankan di Mapolsek Gedungaji. (Dok Polres Tuba).


MENGGALA (Lampost.co) -- Seorang pemuda dibekuk Polsek Gedungaji. Warga Kampung Kecubungraya, Kecamatan Meraksaaji, Tulangbawang itu ditangkap karena diduga mencabuli bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Tersangka pencabulan itu yakni Deni Sugiyanto. Lelaki 18 tahun yang kesehariannya bekerja sebagai petani itu ditangkap polisi saat tengah bersembunyi di rumah kerabatnya.

"Pelaku ditangkap, Jum'at, 4 Desember 2020, sekira pukul 17.10 WIB, di rumah saudaranya yang tidak jauh dari rumah pelaku di Kampung Kecubungraya," ujar Kapolres Tulangbawang AKBP Andy Siswantoro melalui Kapolsek Gedung Aji Ipda Arbiyanto, Sabtu, 5 Desember 2020.

Aksi bejad tersangka terhadap bocah perempuan berusia 12 tahun itu, terang Arbiyanto, terungkap lantaran sang ibu bocah malang mendapati perubahan perilaku. Korban kerap melamun dan menunjukan sikap seperti orang ketakutan.

"Ibu kandung korban, akhirnya bertanya kepada korban, apa penyebab korban sering melamun. Korban lalu bercerita kalau dirinya sering diancam pelaku, karena pelaku telah menyetubuhi korban sebanyak dua kali di areal perkebunan sawit yang ada di Kampung Kecubungraya," kata dia.

Mendapatkan cerita tersebut, lanjut dia, ibu korban langsung naik pitam dan melaporkan peristiwa pilu yang dialami anak perempuannya ke Mapolsek Gedungaji pada, Jum'at, 4 Desember 2020 sekira pukul 11.00 WIB.

"Kejadian yang membuat pilu korban yang masih berstatus pelajar ini, terjadi pada bulan Juli tahun 2020 sekira pukul 21.00 WIB. Untuk hari dan tanggalnya korban lupa. Saat itu korban diajak pelaku untuk bertemu di sebuah warung, kemudian pelaku mengajak korban berjalan ke areal perkebunan sawit. Disanalah pelaku memaksa korban melakukan persetubuhan sebanyak dua kali," ujarnya.

Kata Arbiyanto, ajakan tersangka sempat mendapatkan penolakan dari korban. Namun, penolakan itu justru membuat tersangka semakin nekat dengan mengancam akan membunuh kakaknya.

"Usai pelaku melakukan aksi bejatnya, ia selalu mengancam korban kalau sampai ada orang lain yang tahu pelaku akan menyebarkan video saat pelaku menyetubuhi korban di areal perkebunan sawit. Padahal video yang dimaksud pelaku ini tidak pernah ada," katanya.

Tersangka saat ini tengah dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolsek Gedungaji. Ia terancam dijerat dengan Pasal 81 ayat 1 Jo Pasal 76D Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan pidana penjara maksimal 15 tahun.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar