#perzinaan#asusila

Diduga Berzina, Ratusan Warga Karangsari Pringsewu Tuntut Kepala Pekon Mundur dari Jabatan

( kata)
Diduga Berzina, Ratusan Warga Karangsari Pringsewu Tuntut Kepala Pekon Mundur dari Jabatan
Sejumlah warga bertemu Asisten I Setkab Pringsewu, Purhadi, di ruang kerjanya, kantor bupati Pringsewu, Selasa, 1 Maret 2022. (Foto: Lampost.co/Widodo)


Pringsewu (Lampost.co) -- Ratusan warga Pekon Karangsari, Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, berunjukrasa di kantor bupati, menuntut kepala pekonnya, Supriyono, mundur dari jabatannya, Selasa, 1 Maret 2022.

Warga datang menggunakan sejumlah truk dan kendaraan roda dua sekitar pukul 09.30 WIB. Mereka berkumpul di depan kantor bupati dan menggelar orasi. Satu per satu para tokoh masyarakat termasuk kaum ibu-ibu menyampaikan orasinya dihadapan petugas dan pejabat di lingkungan pemkab Pringsewu.

Mereka mendesak agar kepala pekon mundur dari jabatannya. Sebab dia diduga telah melakukan perzinaan dengan staf pekon setempat.

Widiyawati, warga pekon Karangsari mengatakan sudah tiga bulan masyarakat Karangsari menunggu hasil keputusan dari bupati Pringsewu. Namun, hingga kini belum ada keputusan dan kepastian hukum. 

"Jadi, hari ini kami datang ke kantor bupati Pringsewu. Beri waktu 10 menit untuk bertemu bupati. Kami rela menunggu hingga bupati menemui kami," kata Widiyawati, Selasa, 1 Maret 2022. 

Pada orasi tersebut, salah satu perwakilan warga juga membacakan surat pernyataan yang dibuat Kepala Pekon Karangsari terkait pengunduran diri. Surat yang bermeterai itu pun menjadi acuan para pengunjukrasa agar pemkab segera mengambil tindakan tegas. 

Setelah lama menggelar orasi di depan kantor bupati, akhirnya pemkab memberikan kesempatan pada perwakilan warga untuk bertemu dengan Asisten I Setkab Pringsewu, Purhadi. 

Baca juga: BK Benarkan Pemeran Video Mesum Anggota DPRD Pesawaran

Purhadi selaku Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra menyampaikan, sejumlah poin penting terkat kasus kepala Pekon Karangsari. Pada kesempatan itu, Purhadi menyatakan akan memproses pengaduan warga Karangsari. Menurutnya, jika memang terbukti sebagaimana yang dituduhkan warga, bupati pasti akan memberikan sanksi. Bahkan, pihak inspektorat juga sudah turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan. 

Terkait permintaan warga agar kepala pekon turun dari jabatannya, pemerintah akan mengacu proses hukum yang berlaku dan mengacu hasil fakta di lapangan. 

"Jika terbukti bersalah kami akan copot, berdasarkan proses hukum dan tahapan-tahapan yang berlaku," ujar Purhadi.

Meski sudah mendapatkan penjelasan, Purhadi menyatakan sejumlah warga masih belum puas dan hingga pukul 14.13 WIB masih menunggu untuk bertemu dengan bupati Sujadi.

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar