#DubesAS#Wawancara#internasional

Diduga Berbohong, Dubes AS Terpojok dalam Wawancara

( kata)
Diduga Berbohong, Dubes AS Terpojok dalam Wawancara
Duta Besar AS untuk Belanda. (Foto:Medcom)

AMSTERDAM (Lampost.co)-- Duta Besar baru Amerika Serikat untuk Belanda terpojok dalam sebuah wawancara terbaik berita palsu atau 'fake news' mengenai pernyataan yang dilontarkannya pada 2015. Ketika itu, Pete Hoekstra menuturkan situasi di Belanda sempat kacau gara-gara Muslim. 
Saat dimintai konfirmasi mengenai pernyataan kontroversial tersebut oleh jurnalis kantor berita NOS, Dubes Hoekstra membantahnya. 
"Saya tidak pernah bilang seperti itu," tegas dia, seperti dikutip AFP, Jumat (22/12).
Namun NOS menayangkan kembali sebuah potongan video yang memperlihatkan Hoeskstra berkata: "Gerakan Islamis telah mencapai ke sebuah titik di mana mereka telah membuat Eropa menjadi kacau. Kekacauan (juga terjadi) di Belanda, ada mobil-mobil yang dibakar, ada politikus yang dibakar."
"Dan iya, ada juga zona berbahaya (no-go zones) di Belanda," lanjutnya dalam video itu.

Ketika didesak lebih lanjut mengenai potongan video, Dubes Hoekstra kembali membantahnya dan justru menyerang pewawancara.
"Saya tidak menyebut itu berita palsu. Saya tidak menggunakan kata-kata itu hari ini. Saya rasa saya tidak mengucapkannya," ungkap dia. 
Wawancara tersebut, yang muncul di program berita Niewsuur, telah beredar luas di media sosial. 
Pewawancara dari NOS, Wouter Zwart, mengatakan kepada CNN bahwa "zona berbahaya" yang disebutkan Hoekstra merujuk pada "konteks yang lebih luas dari masalah yang dihadapi Eropa."

Medcom



Berita Terkait



Komentar