#proyek#proteswarga#beritalamsel

Diduga Asal Jadi, Warga Protes Proyek Jalan Hotmix di Palasjaya

( kata)
Diduga Asal Jadi, Warga Protes Proyek Jalan Hotmix di Palasjaya
Pengendara sepeda motor melintasi jalan hotmix yang baru dibangun di Desa Palasjaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Jum'at (8/11/2019). Lampost.co/Armansyah

Kalianda (Lampost.co) -- Proyek peningkatan jalan lingkungan Desa Palasjaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, menuai protes dari masyarakat setempat. Pasalnya, menilai proyek senilai Rp549,2 juta itu disinyalir tipis dan asal jadi. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, pembangunan jalan hotmix sepanjang 1.266 meter itu dikerjakan oleh CV. Jaya Abadi. Dimana, peningkatan jalan lingkungan itu memiliki tiga centimer. Namun, masyarakat meyakini pembangunan jalan itu hanya memiliki dua centimer. 

Trial (46) salah satu warga setempat mengatakan pembangunan jalan hotmix didaerahnya itu dinilai tidak memuaskan karena terlalu tipis. Bahkan, hasil pembangunan jalan itu terkesan asal jadi. 

"Tidak semua jalan hotmix yang dibangun itu memiliki tiga centimer. Saya rasa ketebalannya kebanyakan sekitar dua centimer. ," kata dia, Jum'at (8/11/2019).

Lelaki yang pernah bekerja sebagai buruh pembangunan jalan itu mengaku, hasil pengaspalan yang terlalu tipis juga terlihat pada badan jalan yang bergelombang serta miring. "Selain badan jalan yang bergelombang. Dibeberapa titik badan jalan juga terlihat miring karena lapisan aspal hotmix-nya tidak rata," kata dia. 

Hal senada diungkapkan salah warga yang enggan menyebutkan jati dirinya. Dia mengaku bukan hanya tipis, tapi pengerjaan yang tidak maksimal juga terlihat pada pembangunan gorong-gorong. "Pada saat pengerjaan satu gorong-gorong juga tidak maskimal. Sebab, adukan semennya kurang bagus, pembuatan pondasinya juga tidak didasari semen terlebih dahulu," kata dia. 

Sementara itu, Pelaksana Lapangan dari pihak rekanan Dakim mengaku pembangunan jalan hotmix tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan RAB. Dimana jalan yang dibangun sepanjang 1.266 meter tersebut mimiliki ketebalan tiga sentimeter dengan anggaran Rp549,2 juta.

"Proyek itu milik Pak Izal orang Way Kuyung Kalianda. Kami sudah kami laksanakan seusai dengan RAB, mas. Apalagi pada saat pengerjaan juga diawasi dari pengawas UPTD Penguji Konstruksi dan Bangunan (PKB) Kecamatan Palas. Bahkan, dari pihak desa juga ikut mengawasi langsung," kata dia.

Sementara itu, Pengawas Lapangan UPTD PKB Kecamatan Palas, Dedi Saputra mengaku dirinya kerap menegur Pelaksana Lapangan agar memperhatikan kualitas jalan hotmix tersebut. Namun, terkadang pelaksana enggan mendengarkan masukannya. 

"Memang, seharusnya bagian tanah di bahu jalan diratakan dengan badan jalan. Biar ketebalannya kelihatan jelas. Kemudian, para pekerja tidak rajin menghampar badan jalan. Sehingga, ada beberapa titik yang tidak rata meski dilindas alat berat," kata dia. 

Setiaji Bintang Pamungkas

Berita Terkait

Komentar